Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Hukuman-Hukuman Sadis dan Memalukan Sepanjang Sejarah Untuk Tukang Gosip

Hukuman-Hukuman Sadis dan Memalukan Sepanjang Sejarah Untuk Tukang Gosip Hukuman Sadis Zaman Dulu. ©2023 museumofwitchcraftandmagic.co.uk/britannica.com/thedabbler.co.uk

Merdeka.com - Gosip, ghibah, atau gunjing sering kali dilontarkan meskipun belum diketahui faktanya. Gosip tak jarang menjadi pemicu dari masalah-masalah besar yang muncul.

Sama seperti penyebar Hoaks pada masa kini yang dijatuhi hukuman berat. Dalam sejarah tercatat, para tukang gosip zaman dulu juga dijatuhi hukuman yang sangat menyiksa untuk membayar perbuatannya.

Hukuman-hukuman ini diterapkan diterapkan di banyak negara. Efeknya bervariasi, mulai dari rasa malu, menyiksa secara fisik dan mental, hingga kematian.

Berikut hukuman-hukuman bagi tukang gosip sepanjang sejarah

1. Scold's Bridle (Kekang Scold)

hukuman sadis zaman dulu

©2023 museumofwitchcraftandmagic.co.uk

Menurut catatan, hukuman ini pertama kali digunakan di Skotlandia pada tahun 1567. Kekang Scold adalah penyiksaan mental dan fisik, salah satu tujuannya adalah mempermalukan pelaku di depan umum.

Bentuknya berupa pelat besi yang dirancang untuk dipasang di kepala. Di satu sisi ada benda yang dimasukkan ke dalam mulut dan ditekan ke bawah di lidah. Salah satu sisi kekang Scold sering dilengkapi dengan paku yang bisa melukai mulut pemakainya ketika dia berbicara.

Rasa sakit yang disebabkan oleh bagian-bagian alat hukuman ini sering menyebabkan cedera permanen baik secara fisik maupun mental, dan membuat mereka yang dapat hukuman ini trauma.

2. The Wooden Horse (Kuda Kayu)

hukuman sadis zaman dulu

©2023 museumofwitchcraftandmagic.co.uk

Alat ini disebut-sebut sebagai salah satu siksaan paling menyakitkan bagi para penjahat. Kuda Kayu digunakan pada masa penjajahan Amerika, yaitu pada Abad Pertengahan.

Kuda kayu berbentuk balok kayu dengan ujung runcing. Hukuman kuda kayu biasanya dilakukan pada mereka yang melakukan kejahatan besar. Salah satunya bisa dilayangkan kepada wanita yang ketahuan bergosip atau menyebarkan cerita bohong.

Wanita yang menjalani hukuman ini diperintahkan untuk melepas semua pakaiannya dan duduk di balok kayu runcing. Kedua kaki dilampirkan dengan besi yang membuat berat badan terpidana didukung oleh pangkal paha. Karena melekat dengan beban, tubuh wanita yang dihukum itu perlahan turun meskipun dia berjuang. Sementara ujung runcing balok kayu perlahan merobek tubuhnya.

Tidak hanya itu, wanita yang menjalani hukuman ini juga akan dicambuk dari belakang, menyebabkan dia merasakan sakit yang luar biasa sebelum meninggal.

3. Cucking and Ducking Stools (Bangku Cucking dan Ducking)

hukuman sadis zaman dulu

©2023 britannica.com

Hukuman ini muncul di Inggris pada abad ke-13 dan ke-17. Meskipun tidak disediakan secara eksklusif untuk wanita, bangku-bangku ini terkenal digunakan sebagai salah satu alat penyiksaan bagi wanita yang dituduh melakukan sihir, prostitusi, bergosip dan perilaku tidak tertib pada umumnya.

Bangku cucking adalah alat penyiksaan yang sangat mirip dengan toilet. Pemakainya dipaksa untuk duduk dengan menahan diri di bangku cucking kemudian diarak keliling kota.

Sama tidak nyaman dan memalukannya dengan bangku cucking, bangku ducking justru lebih sadis karena dapat mengancam jiwa. Orang yang dihukum oleh bangku harus merunduk dan dipaksa untuk duduk dengan tegak.

Kursi ducking didesain melekat pada balok kayu yang dapat diturunkan ke dalam air. Kursi akan merunduk untuk menenggelamkan yang duduk di atasnya.

4. Drunkard's Cloak (Jubah Mabuk)

hukuman sadis zaman dulu

©2023 thedabbler.co.uk

Jubah pemabuk biasanya digunakan sebagai hukuman untuk mabuk di depan umum di Inggris abad ke-16 dan ke-17, hukuman ini diperuntukan untuk wanita.

Nama jubah pemabuk memberikan gambaran akan cara kerja hukuman ini. Jubah mabuk ini dibuat dari tong kayu, tong bir kosong yang dikenakan sebagai kemeja, dengan satu lubang untuk leher dan dua lubang untuk lengan.

Laras yang sangat berat ini menyakitkan sekaligus memalukan. Pemakainya terpaksa berparade melalui jalan-jalan kota. Mereka yang dihukum dengan jubah ini akan mendengar cacian dan hinaan yang memalukan atas perbuatan mereka yang dianggap memalukan.

Reporter Magang: Ita Rosyanti

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP