Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sensasi magis Bukit Kelam: Uluru rasa Indonesia

Sensasi magis Bukit Kelam: Uluru rasa Indonesia Sensasi magis Bukit Kelam: Uluru rasa Indonesia ©www.flickr.com/Ramadian Bachtiar

Merdeka.com - Bicara keindahan alam, Australia merupakan salah kawasan yang punya bentang alam menakjubkan. Sebut saja Uluru atau Ayers Rock yang menjadi landmark keindahan alam di Australia bagian utara. Bahkan, bersama Kata Tjuta National Park, Uluru dinobatkan sebagai salah satu situs warisan dunia UNESCO.

Meski begitu, panorama serupa Uluru ternyata juga ada di Indonesia. Tepatnya di Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat, terdapat sebuah bukit batu raksasa bernama Bukit Kelam. Bedanya, Bukit Kelam ini menyimpan beragam cerita magis, yang tentunya akan membuat siapapun yang mendengarnya langsung tertarik untuk berkunjung ke sana.

Lekat dengan Legenda Bujang Besi

Sisi magis Bukit Kelam ini terwujud dari legenda suku Dayak. Uniknya legenda tentang Bujang Besi ini tergambar di dinding Bukit Kelam. Di masa lalu, hiduplah seorang lelaki belia bernama Bujang Besi. Ia memiliki mimpi menjadikan Sintang sebagai danau. Hanya untuk mewujudkan hal itu, Bujang perlu menutup Sungai Kapuas dan Melawi dengan batu berukuran besar.

Belum juga terwujudkan, di tengah prosesnya, Bujang malah terpikat dengan seorang bidadari. Bukannya mendapatkan hati sang bidadari, ia malah terpersok di sebuah lubang. Gara-gara nasib kelam yang menimpanya, Bujang pun urung mengangkat batu tersebut. Sebaliknya, batu tersebut dibiarkan tetap di posisinya. Dari sana, anggapan akan penyebutan bukit batu sebagai Bukit Kelam kemudian diyakini masyarakat sekitar hingga sekarang.

Bukit Kelam Juga Dianggap Sebagai Pecahan Meteor

bukit kelam 3

Sumber foto: www.flickr.com/Ramadian Bachtiar

Daya tarik Bukit Kelam ini ternyata juga menarik minat ilmuwan. Mereka bahkan meyakini jika Bukit Kelam merupakan pecahan meteor yang pernah jatuh ke Bumi. Tentu apa yang mereka percayai bukan tanpa dasar. Hasil penelitian yang dilakukan ilmuwan berhasil membuktikan adanya unsur batu meteor yang terkandung di Bukit Kelam.

Di satu sisi Bukit kelam juga dihuni banyak satwa langka, termasuk vegetasi endemik seperti pohon Belian (Eusideroxylon zwageri) dan Bengkirai (Shoreaspp.)

Lantas, Amankah Mendaki Bukit Kelam?

Telepas dari legenda ataupun Bukit Kelam ini sungguhan meteor atau bukan, wisatawan tetap bisa mendatanginya. Bahkan, jika tertarik, wisatawan bisa ikut mencoba atraksi mendaki bukit setinggi 900mdpl ini. Ada banyak operator penyedia jasa mendaki dengan peralatan memadai.

Supaya bisa sampai ke puncak wisatawan setidaknya perlu mendaki sampai ke puncak selama 4 jam. Bukit Kelam ini punya kemiringan 15-40 derajat, tetapi hampir keseluruhannya berupa batu. Inilah yang menjadi daya tarik Bukit Kelam, hingga disamakan dengan Uluru yang juga bukit batu di Australia.

Dari sisi fasilitas, taman wisata alam ini sudah dilengkapi dengan toilet dan kios suvenir. Bagi wisatawan yang datang dari jauh bisa menginap di hotel di pusat Kota Sintang. Seperti di dua hotel terbaiknya, yaitu Hotel Sakura dengan tarif mulai Rp165.000,- atau Sintang Permai Hotel dengan tarif mulai Rp260.000,-. Sementara untuk harga tiket masuknya berkisar Rp15.000,- sampai Rp20.000,-.

bukit kelam 4

Sumber foto: www.flickr.com/Ahmad Fuad Morad

Sebagai informasi tambahan, wisatawan yang berasal dari luar Kalimantan Barat, dari Jakarta misalnya, mula-mula ambillah penerbangan menuju Pontianak terlebih dulu. Harga tiket menuju ibu kota Kalimantan Barat terbilang relatif murah. Cukup merogoh kocek sekitar Rp398.963,- wisatawan sudah bisa terbang Jakarta-Pontianak pulang-pergi.

Selain itu, ada banyak moda transportasi yang bisa dipilih dari Kabupaten Sintang menuju Bukit Kelam. Ada taksi, bus, juga jasa travel yang dapat ditemukan secara mudah. Jadi, sudah siap pergi ke Bukit Kelam? (mdk/tmi)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP