Saya 'digantung' lelaki tampan pilihan orang tua

Kamis, 13 April 2017 00:44 Reporter : Yoga Tri Priyanto
ilustrasi kencan buta. © namerime-bg.com

Merdeka.com - Seperti biasa, merdeka.com akan kembali ingin memberikan beberapa tulisan dari para pembaca. Tentu saja berhubungan dengan romansa cinta. Di #CurhatCinta kali ini merdeka.com akan mengangkat kiriman dari Linda (bukan nama sebenarnya) yang ingin berbagi kisahnya mengenai perjodohan yang dilakukan oleh orang tuanya. Mari kita simak.

Halo merdeka.com...

Sebut saja nama Saya Linda. Saya adalah seorang gadis yang tahun ini memasuki usia 22 tahun. Saya dijodohkan oleh orang tua Saya dengan laki-laki yang sebenarnya dia adalah teman masa kecil Saya. Perlu diketahui, Saya bukan tipe wanita cantik dan manis, sementara dia adalah tipe laki-laki yang tampan dan mapan.

Suatu hari Saya disuruh untuk jalan dengan dia dan kami bercerita tentang orang tua kami yang saling menjodohkan. Kalau dari sisi Saya, jujur saja Saya tidak menolaknya karena Saya dari awal memang tidak pernah berniat untuk berpacaran. Sehingga Saya mengikuti pilihan orang tua Saya saja.

Masalahnya adalah dia nampak tidak memberikan reaksi menerima maupun menolak perjodohan ini. Dan sekarang sudah sudah masuk 4 bulan kami dikenalkan sebagai calon pasangan. Tapi dia tidak merespon ya atau tidak, meskipun dia masih mau ikut dalam alur yang diberikan orang tua kami. Saya bingung bagaimana harus bersikap? Apakah saya hanya membiarkannya tanpa ada kepastian? Ataukah sebaiknya Saya bertanya langsung di usia perjodohan kami yang sudah lama ini?

Terima kasih merdeka.com...

Dear, Linda.

Terima kasih sudah mengirimkan #CurhatCinta kepada kami. Permasalahan kamu sebenarnya bisa dibilang rumit. Karena apa yang kamu rasakan mungkin banyak dirasakan pula oleh orang lain.

Yang perlu digarisbawahi di sini adalah komitmen dalam menjalin hubungan yang sehat. Hubungan yang sehat pada dasarnya harus memiliki komunikasi yang baik. Salah satunya adalah dengan jujur dengan apapun, menceritakan apapun, terbuka dalam segala hal. Sekalipun itu masih pacaran, dijodohkan, apalagi nanti kalau sudah menikah.

Kamu akan kerepotan jika tidak terbiasa jujur dan terbuka pada pasangan sejak awal. Karena kamu tidak bisa mengerti apa yang diinginkan oleh pasangan, begitu pun dengan pasangan kamu. Untuk itu, sebaiknya kamu menanyakan tentang bagaimana tanggapan dia mengenai perjodohan itu. Usia 'jalan bareng' yang sudah empat bulan itu tidak sebentar. Apalagi berjalan tanpa kepastian.

Perlu adanya ketegasan di sana. Dan yang paling penting, lupakan gengsi. Karena terkadang cewek terutama yang masih muda, saat berhadapan dengan 'meminta kepastian' sedikit gengsi. Ingat, bukan lagi zamannya cewek menunggu. Kalau kamu memilih jalan menunggu kepastian, maka bersiaplah tersiksa batin. Kamu tidak mau, kan? Nah, maka dari itu lakukan itu sekarang.

Terakhir, kamu harus siap dengan jawaban apapun dari dia. Persiapkan pula jika memang dia tidak menghendaki perjodohan itu. Kemudian rundingkan bersama bagaimana cara bicara pada orang tua masing-masing agar tidak menyinggung. Karena apapun yang terjadi, kalian yang menjalani, bukan orang tua kalian. Kalau memang pada intinya dia menerima perjodohan itu tanpa ada rasa berat hati, maka kamu boleh meminta dia untuk tidak terlalu kaku. Di sini kamu yang meminta dia untuk terbuka juga. Katakan pada dia, bahwa kamu juga butuh kepastian, kalau memang menerima, maka berlakulah seakan mengiyakan perjodohan ini dan jangan membuat kamu berprasangka buruk. Jadi kira-kira begitu.

Semoga bisa membantu, terima kasih. Kamu bisa mengirimnya ke support@merdeka.com dengan format:

Subjek: #CurhatCinta

Kemudian tuliskan pengalamanmu di email atau dilampirkan juga boleh. Ayo share cerita cintamu di #CurhatCinta merdeka.com! Kami tunggu, ya!< [ega]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini