Rijsttafel, jamuan gaya penjajah yang terkikis budaya nasional

Senin, 17 Agustus 2015 05:06 Reporter : Tantri Setyorini
Rijsttafel, jamuan gaya penjajah yang terkikis budaya nasional Jamuan gaya rijsttafel. ©2015 Merdeka.com/Wikipedia

Merdeka.com - Pernah mendengar rijsttafel? Mungkin kamu tidak terlalu akrab dengan nama tersebut. Rijsttafel adalah jamuan ala Hindia-Belanda yang muncul pada zaman kolonial.

Jamuan gaya rijsttafel ini sengaja diciptakan oleh para penjajah untuk menjamu tamu-tamu sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya negeri jajahan mereka. Rijsttafel juga biasa muncul saat pesta atau perayaan.

Rijsttafel biasanya terdiri dari berbagai hidangan yang disajikan dalam porsi kecil. Konsep penyajiannya mengusung ciri khas kuliner Padang di mana nasi dan berbagai macam lauk disajikan secara bersamaan di atas meja. Karena itu pula ia disebut rijsttafel atau rice table. Cara penyajian seperti ini memang berbeda dengan budaya barat di mana hidangan disajikan secara berurutan mulai dari makanan pembuka, menu utama, sampai hidangan pencuci mulut.

Menurut Karin Engelbrecht, ahli kuliner Belanda seperti dilansir About.com, rijsttafel umumnya terdiri dari puluhan hidangan dengan berbagai tekstur dan rasa dalam porsi kecil yang disajikan bersama nasi. Untuk acara besar biasanya terdiri dari tumpeng nasi dan 10-40 hidangan dari berbagai daerah di Indonesia, Belanda, serta hidangan peranakan Cina.

Photo source: Purimas.nl

Menu standar rijsttafel biasanya terdiri dari nasi kuning, nasi goreng, bakmi, perkedel, sate, serundeng, tahu telur, telur balado, bebek betutu, babi kecap/beef smoor (semur daging), rendang, opor ayam, sayur lodeh, acar, sup, gado-gado, krupuk, berbagai jenis sambal matang dan mentah, serta lemper, lapis legit, dan lumpia sebagai makanan kecil.

Photo source: Culy.nl

Pada perayaan-perayaan besar di zaman kolonial, rijsttafel disajikan oleh barisan pelayan pribumi berseragam sarung atau beskap.

Photo source:Tropenmuseum, National Museum of World Cultures

Menurut Jeff Keassberry, spesialis kuliner Hindia-Belanda kepada Sabuero, sampai saat ini rijsttafel masih menjadi menu populer di keluarga-keluarga Belanda yang leluhurnya memiliki ikatan dengan sejarah Hindia-Belanda. Rijsttafel juga biasa disajikan di restoran-restoran Indonesia yang ada di sana.

Photo source: TripAdvisor

Tetapi di Indonesia sendiri penyajian makanan gaya rijsttafel sudah hampir terlupakan. Sejak zaman kemerdekaan, menemukan rumah tangga yang menyediakan makanan dengan gaya rijsttafel tergolong sulit, kecuali saat kenduri atau selamatan. Itu pun yang dihidangkan hanya makanan-makanan tradisional dan variasinya tidak sebanyak rijsttafel. Pasalnya jamuan ala rijsttafel dianggap sebagai pemborosan dan budaya yang sangat tidak nasionalis.

Photo source:Flickr/omefransRijsttafel

Selain itu, gaya bersantap di Indonesia biasanya hanya meliputi tiga macam hidangan, yaitu nasi sebagai sumber karbohidrat, lauk berbasis protein hewani atau nabati, dan sayur. Wajarlah jika rijsttafel semakin terlupakan. [tsr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini