FOTO: Kawah Ijen Destinasi Favorit Wisata Alam Akhir Tahun

Memasuki libur akhir tahun, Kawah Ijen menjadi salah satu destinasi wisata alam yang paling banyak dikunjungi wisatawan karena keindahan dan fenomena alam.

Arie Basuki
Oleh Arie Basuki - Reporter
FOTO: Kawah Ijen Destinasi Favorit Wisata Alam Akhir Tahun
Gunung Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur (merdeka.com/ arie basuki)

Kawah Ijen Destinasi Favorit Wisata Alam Akhir TahunKawah Ijen menjadi salah satu destinasi wisata alam yang paling diminati wisatawan, terutama saat libur akhir tahun. Keindahan panorama alamnya yang khas, mulai dari danau kawah berwarna hijau toska hingga fenomena blue fire yang telah dikenal dunia, menjadikan kawasan ini selalu ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Pesona alam yang dramatis berpadu dengan suasana pendakian yang menantang membuat Kawah Ijen kerap dipilih sebagai destinasi penutup tahun yang berkesan. Wisata alam ini menawarkan pengalaman yang tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga menghadirkan sensasi petualangan bagi pencinta alam dan pendaki.

Kawah Ijen merupakan destinasi wisata unggulan di Jawa Timur yang berada di ketinggian sekitar 2.368 meter di atas permukaan laut. Kawasan ini dikenal memiliki salah satu kaldera terluas di Pulau Jawa. Secara administratif, Kawah Ijen terletak di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, sehingga dapat diakses melalui dua jalur utama dari kedua wilayah tersebut.

Panorama danau kawah berwarna hijau toska yang kontras dengan dinding kaldera menghadirkan pemandangan alam yang unik dan memikat. Keindahan tersebut menjadikan Kawah Ijen tak pernah sepi pengunjung, khususnya pada musim liburan. Banyak wisatawan datang untuk menikmati keindahan alam sekaligus mengabadikan momen langka di kawasan kawah vulkanik aktif ini.

Di balik hijaunya pegunungan Jawa Timur, Kawah Ijen juga menyimpan fenomena geologi yang luar biasa. Gunung Ijen terbentuk dari serangkaian letusan besar sekitar 3.500 tahun lalu. Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, letusan tersebut menciptakan kaldera raksasa dengan diameter mencapai sekitar 25 kilometer. Di dalam kaldera inilah terbentuk danau kawah yang kini menjadi pusat aktivitas vulkanik Gunung Ijen.

Danau kawah ini memiliki ukuran sekitar 960 x 600 meter dengan warna biru kehijauan. Meski tampak memesona, air danau tersebut memiliki tingkat keasaman yang sangat tinggi dan dikenal sebagai salah satu danau paling asam di dunia.

Daya tarik utama lainnya adalah fenomena blue fire atau api biru. Fenomena ini terjadi ketika gas belerang panas dari dalam bumi bertemu dengan oksigen di udara dan terbakar, menghasilkan cahaya biru yang menyala. Api biru ini hanya dapat terlihat jelas pada malam hari hingga dini hari, sehingga menjadi daya tarik khusus bagi wisatawan.

Selain sebagai destinasi wisata, Kawah Ijen juga menjadi lokasi penambangan belerang aktif. Para penambang bekerja secara tradisional tanpa bantuan alat berat. Gas belerang dialirkan melalui pipa besi hingga mengembun menjadi belerang cair dan mengeras menjadi bongkahan berwarna kuning. Bongkahan tersebut kemudian dipikul dengan beban mencapai 75 hingga 90 kilogram melewati jalur terjal menuju Paltuding sejauh sekitar tiga kilometer.

Bagi wisatawan, jalur Paltuding Banyuwangi menjadi titik awal pendakian yang paling populer. Dari pos ini, perjalanan menuju bibir kawah memakan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam, tergantung kondisi fisik dan cuaca. Jalur pendakian relatif lebar, namun tetap menantang karena kontur yang menanjak.

Untuk tiket masuk kawasan Kawah Ijen, tarif yang dikenakan sebesar Rp5.000 per orang pada hari kerja dan Rp7.500 pada hari libur. Selain itu, pengunjung juga dikenakan tiket kawasan margasatwa dengan tarif Rp20.000 pada hari kerja dan Rp30.000 pada hari libur. Sementara biaya parkir ditetapkan sebesar Rp2.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp10.000 untuk kendaraan roda empat.

Dengan keindahan alam, fenomena unik, serta tantangan pendakian yang ditawarkan, Kawah Ijen menjadi salah satu rekomendasi destinasi wisata alam yang menarik untuk dikunjungi, khususnya pada momen libur akhir tahun.

FOTO: Kawah Ijen Destinasi Favorit Wisata Alam Akhir Tahun
Pengunjung saat mendaki Gunung Ijen di Banyuwangi, Jawa Timur merdeka.com/ arie basuki
FOTO: Kawah Ijen Destinasi Favorit Wisata Alam Akhir Tahun
Gunung Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur merdeka.com/ arie basuki
FOTO: Kawah Ijen Destinasi Favorit Wisata Alam Akhir Tahun
Pengunjung menyaksikan bluefire di Kawah Gunung Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur merdeka.com/ arie basuki
FOTO: Kawah Ijen Destinasi Favorit Wisata Alam Akhir Tahun
Pengunjung menyaksikan blue fire di Kawah Gunung Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur merdeka.com/ arie basuki
FOTO: Kawah Ijen Destinasi Favorit Wisata Alam Akhir Tahun
Penambang belerang di kawah Gunung Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur merdeka.com/ arie basuki
FOTO: Kawah Ijen Destinasi Favorit Wisata Alam Akhir Tahun
Penambang belerang di kawah Gunung Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur merdeka.com/ arie basuki
FOTO: Kawah Ijen Destinasi Favorit Wisata Alam Akhir Tahun
Penambang belerang di kawah Gunung Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur merdeka.com/ arie basuki
FOTO: Kawah Ijen Destinasi Favorit Wisata Alam Akhir Tahun
Pengunjung dan penambang belerang di Gunung Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur merdeka.com/ arie basuki
FOTO: Kawah Ijen Destinasi Favorit Wisata Alam Akhir Tahun
Gunung Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur merdeka.com/ arie basuki
FOTO: Kawah Ijen Destinasi Favorit Wisata Alam Akhir Tahun
Penambang belerang di kawah Gunung Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur merdeka.com/ arie basuki
Rekomendasi