Seperti apa karya yang dibuat oleh para pelukis kenamaan seperti Frida Kahlo, Claude Monet, Raphael, dan Vincent van Gogh di hari-hari terakhir menjelang kematian mereka. Apakah lukisan tersebut seindah karya-karya mereka yang terdahulu? Apalagi karya seniman yang sudah mengalami kemunduran mental seperti Picasso dan Kahlo. Bagaimana pula karya terakhir maestro kenamaan asal Indonesia, Affandi?
Claude Monet - Water Lilies Murals (1926)
Lukisan lili air karya Claude Monet © Livescience
Menjelang akhir hidupnya, penglihatan Monet buram karena katarak akut. Selagi kesehatannya mulai memburuk, dia masih melukis. Pengaruh katarak pada penglihatannya bisa dilihat dari lukisan lili air yang dia buat pada tahun 1926. Lukisan tersebut menggunakan warna-warna buram, tak seperti karya-karya terdahulu yang menampilkan warna ceria.
Dilansir Livescience, Monet sangat menyukai bunga-bunga yang ada di halamannya. Lili air yang dia lukis termasuk di antaranya.
Pablo Picasso - Self Portrait Facing Death (1972)
Potret diri Pablo Picasso © Arts.pallimed.org
Dilansir Arts.pallimed.org, lukisan ini berjudul Self Portrait Facing Death atau 'potret diri menghadapi kematian'. Picasso melukisnya dengan krayon kurang dari setahun sebelum kematiannya. Sampai beberapa jam menjelang ajal, Picasso diketahui masih menggarap karya terakhirnya.
Vincent van Gogh - Tree Roots (1890)
Advertisement
Tree Roots karya Vincent Van Gogh © Vangoghmuseum.nl
Wheatfield With Crows (1890) dipercaya sebagai karya terakhir yang dibuat oleh Vincent van Gogh. Pasalnya, lukisan itu menggambarkan tempat peristirahatan terakhir yang diinginkan van Gogh saat kematiannya. Seperti diketahui bersama, van Gogh tewas dua hari setelah menembak dadanya sendiri.
Namun sebagian orang yakin kalau karya terakhir van Gogh adalah Tree Roots yang dilukis di Auvers-sur-Oise, Prancis, tak lama setelah dia meninggalkan rumah sakit di Saint-Remy.
Advertisement
Frida Kahlo - Viva La Vida, Coyoacan (1954)
Viva La Vida, Coyoacan © Artanddesigninspiration.com
Dilansir Art and Design Inspiration, lukisan ini dibuat oleh Frida Kahlo delapan hari sebelum kematiannya pada tanggal 13 Juli 1954. Dalam tradisi budaya Meksiko, semangka merupakan simbol populer yang sering muncul pada Da de los Muertos, festival kematian di negara tersebut.
Salvador Dali - The Swallow's Tail (1983)
The Swallows Tail karya Salvador Dali © Wikiart.org
Salvador Dali menyelesaikan karya terakhirnya, The Swallow's Tail pada musim semi tahun 1983. Lukisan tersebut merupakan karya terakhir dari rangkaian lukisan bertema Catastrophe Theory yang dikemukakan oleh Rene Thom, ahli matematika Prancis di tahun 1960-an. Dilansir Wikiart, rupanya Dali tertarik dengan teori tersebut dan mencoba menjabarkan pemahamannya lewat lukisan.
Edouard Manet - A Bar At The Folies-Bergere (1882)
Advertisement
A Bar At The Folies-Bergere karya Edouard Manet © Wikipedia.org
Edouard Manet adalah pelukis ternama asal Prancis dan termasuk tokoh penting dalam masa transisi dari tren lukisan bergaya realisme ke impresionisme. Sama seperti kebanyakan karya Manet, lukisan ini juga menggambarkan kehidupan modern di sekelilingnya.
Manet menyelesaikan lukisan tersebut pada tahun 1882, setahun sebelum kematiannya. Saat itu, kesehatan Manet sudah menurun setelah satu kakinya diamputasi.
Advertisement
Rembrandt - Simeon With The Christ Child In The Temple (1669)
Simeon With The Christ Child In The Temple karya Rembrandt © Artbible.info
Dilansir Artbible.info, lukisan karya Rembrandt van Rijn ini ditemukan di dalam studio sang maestro sebelum kematiannya yang mendadak di usia 63 tahun. Sekarang lukisan yang belum selesai itu dipajang di Museum Nasional Stockholm, Swedia.
Raphael - The Transfiguration (1520)
The Transfiguration karya Raphael © Wikipedia.org
Raffaello Sanzio da Urbino atau lebih dikenal dengan nama Raphael merupakan pelukis kondang dari zaman Renaissans. Namanya dipuja sebagai maestro bersama Michelangelo dan da Vinci. Raphael membuat lukisan tersebut atas permintaan Kardinal Giulio de Medici yang kelak menjadi Paus Klemens VII. Sekarang, lukisan itu tergantung di Pinacoteca Vaticana, Vatikan.
Affandi - Embrio
Advertisement
Lukisan Embrio karya Affandi © Istimewa
Affandi merupakan salah satu maestro seni lukis kebanggaan Indonesia. Selama hidupnya, dia sudah membuat lebih dari 4000 lukisan dengan aliran naturalis atau ekspresionis. Satu lukisan karya sang maestro bernilai Rp 2,5 miliar sampai Rp 10 miliar.
Karya-karyanya dipajang di Museum Affandi yang ada di Yogyakarta. Salah satunya adalah Embrio, lukisan yang dibuatnya setahun sebelum meninggal dunia.