Pendidikan anak usia dini akhir-akhir ini menjadi banyak perhatian bagi pemerintah maupun masyarakat. PAUD dianggap menjadi hal penting untuk terus dikembangkan dalam pendidikan di Indonesia. Anak usia dini di masa yang akan datang diharapkan menjadi generasi emas penerus kemajuan bangsa. Praktisi, akademi, dan para pendidik anak usia dini harus banyak melakukan penelusuran dan penelitian dengan tujuan untuk pengembangan pendidikan anak usia dini.
Kegiatan konferensi PECERA Bali 2014 menjadi salah satu sarana bagi para pemerhati bidang pendidikan anak usia dini untuk saling berbagi ilmu dan pengetahuan terbaru dari hasil penelitian dalam dunia pendidikan anak usia dini. Pecera Bali 2014 diselenggarakan pada tanggal 8-10 Agustus 2014 di Grand Inna Bali, Indonesia. Kegiatan ini akan dihadiri oleh para pemerhati AUD dari berbagai negara, antara lain, Indonesia, Jepang. Malaysia, Singapura, Thailand, Korea, Taiwan, Hongkong, China, Australia, New Zealand, USA, Inggris, Canada, Sri Lanka, India, Mongolia, Timor Leste, dan Filipina. Hal ini menjadi kesempatan besar bagi para pendidik PAUD untuk mentransfer pengetahuan dan ilmu yang mereka miliki, khususnya bagi pendidik AUD di Indonesia.
Banyak hal menarik yang dibahas dan akan dibagi oleh para peserta terkait dengan penelitian yang dilakukan di bidang PAUD. Para peserta yang akan hadir membahas beberapa bidang kajian dalam PAUD, antara lain curriculum, child development and learning, children with diverse needs, parenting and building partnership with family, teacher education, policy issues, nutrition, safety, and health, leadership and management, enviromental education, reaching the unrached, action research, dan technology in Early Childhood Education.
Beberapa hal menarik yang dibahas oleh para peserta, misalnya penelitian yang dilakukan oleh peserta dari Indonesia, Netti Herawati yaitu tentang The Glutein Free Cookies Of Sukun Flour, Shrimp Crackers And Tempe Flours And Red Palm Oil. Penelitian ini bertujuan untuk membuat makanan ringan bagi anak di bawah usia 6 tahun yang terdiri dari biskuit dari tepung sukun, kerupuk udang, tepung tempe, dan minyak sawit merah. Pembuatan makanan ringan tersebut bertujuan untuk menambah nutrsi bagi anak dan mengurangi bahaya timbal dalam makanan anak usia dibawah 6 tahun.
Penelitian lainnya yang dilakukan oleh Gusnawirta tentang Mother's The Savior of The Nation. Seorang ibu merupakan pendidik utama dan pertama bagi anak. Ibu menjadi role modeluntuk perilaku anak. Ibu juga berperan penting dalam memberikan stimulasi untuk kecerdasan otak anak, memberikan nutrisi yang tepat, lingkungan yang nyaman, perhatian, kasih sayang, dan mencontohkan perilaku yang baik bagi anak. Dalam mendukung peran ibu untuk mendidik anak, peran seorang ayah juga menjadi penting untuk membentuk perilaku anak. Dukungan penuh dari ayah dan ibu akan membentuk perilaku positif dalam diri anak. Anak yang distimulasi dengan dukungan positif dari keluarganya, akan membentuk generasi penerus bangsa yang berkualitas.
Kegiatan PECERA Bali Indonesia 2014 diselenggarakan oleh Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Pendidikan Ganesha Bali (UNDIKSHA), Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI), Kementrian Pendidikan & Kebudayaan (KEMENDIKBUD), Kementrian Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak (KPPA), serta Badan Kependudukan &Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D menjadi Presdient of The Conference dan Dr. Sofia Hartati M.Si sebagai Chairperson. Panitia pelaksana juga didukung oleh para dosen PAUD UNJ dan UNDIKSHA, Anggota HIMPAUDI, Mahasiswa PG-PAUD dan para pendidik anak usia dini lainnya.