Penelitian: 10 Makanan Ini Bisa Bikin Ketagihan Seperti Narkoba

Rabu, 15 Januari 2020 00:08 Reporter : Tantri Setyorini
Penelitian: 10 Makanan Ini Bisa Bikin Ketagihan Seperti Narkoba Ilustrasi makanan adiktif. ©Pixabay

Merdeka.com - Bukan cuma obat-obatan dan herba dengan kandungan psikotropika yang bisa menyebabkan ketagihan, makanan pun bisa menghasilkan reaksi yang mirip dengan adiksi. Pasalnya, konsumsi sejumlah bahan pangan bisa menimbulkan reaksi kimia yang sama dengan obat-obatan terlarang.

Seperti dilansir Listverse, berikut ini makanan-makanan yang bisa memberikan efek adiktif sama atau lebih tinggi daripada narkoba.

1 dari 10 halaman

1. Daging

Ilustrasi daging. ©Pixabay

Daging termasuk sumber protein hewani yang baik. Kadang sulit membedakan antara kecanduan daging dan kebutuhan protein.

Daging mengandung hypoxanthine, stimulan mirip kafein yang bisa menimbulkan rasa puas setelah menyantapnya. Kandungan guanylic dan inosinic yang dimilikinya juga memiliki efek serupa.

Daging yang disimpan lama mengandung lebih banyak hypoxanthine, sehingga orang yang ketagihan daging bisa menunjukkan reaksi kecanduan jika tidak mengonsumsinya selama beberapa waktu.

2 dari 10 halaman

2. Gandum

Ilustrasi gandum. ©Pixabay

Konsumsi gandum secara berlebihan juga bisa menyebabkan kecanduan, bahkan meskipun yang Anda konsumsi adalah gandum bebas gluten. Selain gluten, gandum juga mengandung pati dan protein adiktif. Pasalnya, gandum yang dibudidayakan untuk konsumsi saat ini adalah hasil rekayasa genetik.

Tubuh akan mencerna protein gandum dan memecahnya menjadi polypeptides yang bisa merangsang sensasi ketagihan layaknya candu. Orang-oran yang ketagihan gandum bahkan dirawat dengan obat-obatan untuk penderita morfin atau heroin.

3 dari 10 halaman

3. Oreo

Ilustrasi Oreo. ©Pixabay

Sebuah penelitian yang dilakukan Jamie Honohan of Connecticut College menemukan bukti bahwa tikus yang diberi suntikan kokain dan diberi makan Oreo menunjukkan reaksi otak yang hampir sama. Honohan menguji protein di dalam tubuh tikus dan menemukan bukti bahwa nucleus accumbens, 'pusat sensasi bahagia dan kesenangan' di otak tikus mengalami ekstasi yang lebih tinggi saat menyantap Oreo jika dibandingkan kokain.

4 dari 10 halaman

4. Es Krim

Ilustrasi es krim. ©Pixabay

Es krim juga bisa merangsang bagian otak manusia yang menyantapnya dengan perasaan bahagia seperti narkoba. Lalu individu tersebut jadi harus menyantap lebih banyak es krim untuk mencapai tingkat kepuasan yang sama. Temuan ini didapatkan oleh Kyle S. Burger dan Eric Stice dari Oregon Research Institute. Penelitian dilakukan terhadap 151 remaja dengan konsumsi es krim dan milkshake. Pengukuran terhadap aktivitas otak menunjukkan kelompok yang mengonsumsi es krim sebelum penelitian membutuhkan lebih banyak milkshake untuk mencapai level ekstasi yang sama dengan konsumsi es krim.

5 dari 10 halaman

5. Keju

Ilustrasi keju. ©Pixabay

Keju mengandung kasein dan casomorphins. Casomorphins adalah pecahan kasein dan memiliki efek yang sama dengan morfin saat memasuki tubuh. Dua molekul ini menempel pada reseptor otak seperti morfin dan heroin. Kemudian otak melepaskan dopamin dengan cara yang sama seperti ketika seseorang menggunakan narkoba. Keju tidak akan menjadikan Anda seorang pecandu, karena reaksi yang ditimbulkan masih lebih ringan jika dibandingkan narkoba. Namun Anda tetap bisa ketagihan makanan yang satu ini.

6 dari 10 halaman

6. Kopi

Ilustrasi kopi. ©Pixabay

Amerika Serikat termasuk negara yang paling banyak mengonsumsi kopi dan fenomena ini mungkin saja disebabkan karena kecanduan. Kafein disebut sebagai zat paling adiktif yang dikonsumsi dengan bebas. Konsumsi kafein memicu pelepasan dopamin, membuat kita merasa senang seperti halnya narkoba.

7 dari 10 halaman

7. Gula

Ilustrasi gula. ©Pixabay

Tubuh manusia membutuhkan asupan gula. Namun konsumsi gula berlebihan juga bisa menyebabkan reaksi layaknya kecanduan. Riset yang dilakukan para peneliti dari Queensland University of Technology menemukan bukti bahwa gula menghasilkan efek yang sama pada tubuh seperti kokain. Konsumsi gula memicu pelepasan dopamin. Sayangnya, tingkat kepuasan yang dihasilkan tidak berbanding lurus dengan jumlah gula yang dikonsumsi. Karena itulah mereka yang kecanduan gula bakal membutuhkan lebih banyak gula terus-menerus.

8 dari 10 halaman

8. Cokelat

Ilustrasi cokelat. ©Pixabay

Sebutir cokelat memiliki banyak kandungan yang bisa membuat tubuh ketagihan, antara lain gula, theobromine, dan enkephalin. Theobromine dan enkephalin adalah stimulan yang berkhasiat layaknya obat penenang.

Para peneliti menemukan bukti bahwa tikus yang diberi makan permen cokelat mengalami lonjakan sekresi enkephalin. Reaksi ini juga ditunjukkan oleh orang yang mengonsumsi heroin dan morfin. Reaksi yang ditimbulkan enkephalin ini juga membuat tikus menginginkan lebih banyak cokelat.

9 dari 10 halaman

9. Keripik Kentang

Ilustrasi keripik kentang. ©Pixabay

Menurut sebuah studi, konsumsi keripik kentang juga bisa merangsang pelepasan dopamin. Penelitian yang dilakukan Dr. Tony Goldstone dari Imperial College London menunjukkan gambar keripik kentang dan junk food menimbulkan ekstasi pada bagian tertentu otak seperti halnya gambar minuman keras bagi alkoholik dan narkoba bagi para pecandu.

10 dari 10 halaman

10. Soda

Ilustrasi minuman bersoda. ©Pixabay

Minuman bersoda biasanya juga mengandung kafein. Kafein di dalam kola misalnya, akan memasuki aliran darah dan otak. Lantas 'mengganggu' reseptor adenosin yang bertugas menenangkan saraf otak. Jika hal ini terjadi, tubuh akan melepaskan adrenalin yang biasanya terjadi saat sinyal bahaya memasuki otak.

Setelah menyadari kalau tidak ada bahaya, tubuh akan memerintah lebih banyak reseptor adenosin untuk memblokir efek yang ditimbulkan kola. Orang yang mengonsumsi kola pada titik ini sudah mengalami gejala ketagihan. Jadi mereka akan meminum lebih banyak minuman bersoda untuk mencapai tingkatan reaksi yang sama. [tsr]

Baca juga:
Survei: Orang Indonesia Lebih Suka Camilan daripada Makan Berat

Topik berita Terkait:
  1. Fakta Unik
  2. Seputar Kuliner
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini