Kenapa Penumpang Pesawat Diminta Matikan Telepon Saat Penerbangan?

Rabu, 2 September 2020 04:01 Reporter : Tantri Setyorini
Kenapa Penumpang Pesawat Diminta Matikan Telepon Saat Penerbangan? Ilustrasi memakai telepon di pesawat. ©Pixabay/Skitterphoto

Merdeka.com - Beberapa waktu terjadi keributan antara penumpang pesawat dan awak kabin akibat penggunaan telepon. Permintaan untuk mematikan telepon pribadi memang termasuk protokol dalam penerbangan yang harus dipatuhi penumpang dan seluruh awak kabin. Namun masih banyak juga yang enggan mematuhinya.

Sebenarnya kenapa penumpang selalu diminta untuk mematikan telepon saat penerbangan? Berikut ini penjelasan lengkapnya.

Peraturan Mengenai Larangan Penggunaan Telepon di Pesawat

ilustrasi pesawat terbang

©Pexels/Sourav Mishra

Larangan penggunaan telepon di pesawat di Indonesia sebenarnya sudah cukup lama. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sudah beberapa kali mengimbau larangan penggunaan perangkat telekomunikasi saat di pesawat karena akan mengganggu penerbangan.

Larangan itu juga sesuai dengan instruksi Direktur Keselamatan Penerbangan Ditjen Perhubungan Udara melaui suratnya No. AU/4357/DKP.0975/2003 tentang larangan penggunaan telepon seluler di dalam pesawat udara. Larangan ini sesungguhnya sudah diterbitkan oleh FAA (Badan Penerbangan Federal AS) sejak 1991.

Peringatan ini disebabkan karena sebagian penumpang masih sangat sering memanfaatkan waktu untuk menggunakan telepon seluler saat mulai duduk di kursi dalam pesawat, ataupun cenderung buru-buru menghidupkan telepon selulernya ketika pesawat baru saja mendarat, meskipun pesawat yang ditumpanginya masih bergerak menuju tempat parkir pesawat, seperti dikutip dari laman sdppi.kominfo.go.id.

Berpotensi Mengganggu Peralatan Komunikasi dan Navigasi

Telepon seluler, televisi, dan radio menurut (FAA) dikategorikan sebagai portable electronic devices (PED) yang berpotensi mengganggu peralatan komunikasi dan navigasi pesawat udara, karena peralatan-peralatan tersebut dirancang untuk mengirim dan menerima sinyal.

Demikian pula ketika pesawat terbang masih berada pada fase kritis seperti saat menjelang take off dan landing, jaringan akan menciptakan tenaga yang dihasilkan oleh ponsel pada tingkat tertentu karena jarak masih memadai untuk tetap tersambung dengan jaringannya. Fase kritis ini cukup tinggi kontribusinya terhadap berbagai kecelakaan pesawat udara, sehingga sangat wajar seandainya awak kabin selalu tetap melarang penggunaan telepon seluler pada saat penumpang boarding atau sesudah pesawat landing.

Reporter: Komarudin
Sumber: Liputan6.com [tsr]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pesawat Terbang
  3. Ragam Konten
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini