Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Keindahan Basilica Cistern, istana tenggelam di bawah tanah Istanbul

Keindahan Basilica Cistern, istana tenggelam di bawah tanah Istanbul Basilica Cistern. © Wikimedia Commons/Dpnuevo

Merdeka.com - Bagi warga Turki, tempat menakjubkan dalam gambar di atas lebih dikenal dengan nama Yerebatan Sarnici. Namun bagi seluruh dunia, ini adalah Basilica Cistern. Struktur bawah tanan ini merupakan salah satu peninggalan arsitektur bernilai sejarah tinggi yang jadi kebanggaan Turki.

Meskipun beberapa orang menyebutnya basilika atau istana tenggelam, sebenarnya Basilica Cistern adalah tempat penyimpanan air berukuran raksasa untuk istana raja Byzantium. Letaknya di bawah tanah kota Istanbul. Dari luar terlihat sederhana, karena sebagian besar struktur ini memang terletak di bawah tanah.

basilica cistern

Bagian luar Basilica Cistern. © Wikimedia Commons/David Bjorgen

Daya tarik utama Basilica Cistern adalah 336 pilar marmer yang menyangga struktur. Beberapa pilar dihiasi ukiran kepala Medusa, sang Gorgon yang diputar. Lantainya senantiasa tergenang air dan dihuni oleh ikan karper. Sementara bagian samping difungsikan sebagai kafe untuk para wisatawan.

basilica cistern

Lantai tergenang Basilica Cistern dihuni ikan-ikan karper. © Wikimedia Commons/David

Dilansir Yerebatan, Basilica Cistern didirikan atas perintah Kaisar Konstantin dan diperluas pada masa Justinianus. Sebelum dijadikan tempat cadangan air bersih untuk istana, bangunan ini berfungsi sebagai tempat pertemuan dan pusat kesenian seluas dua lapangan bola. Didirikan atas perintah Kaisar Justinianus. Di sana Justinianus mengadakan rapat untuk membahas permasalahan hukum dan dagang dengan para pejabatnya.

basilica cistern

Lantai Basilica Cistern senantiasa tergenang air. © Wikimedia Commons/David Bjorgen

basilica cistern

Kolom berukir kepala Medusa yang menyangga salah satupilar di Basilica Cistern. © Wikimedia Commons/Gun Powder MaBjorgen

Kemudian Justinianus memerintahkan perombakan Basilica Cistern menjadi tempat penyimpanan air untuk istana dan bangunan-bangunan lain di sekitarnya. Basilica Cistern kala itu bisa menampung hingga 100.000 ton air bersih. Setelah Kekaisaran Ottoman menguasai Turki, Basilica Cistern masih menyuplai air bersih untuk Istana Topkapi.

Dilansir Smithsonian, Basilica Cistern ditemukan kembali oleh sejarawan Petrus Gyllius pada tahun 1545 ketika Istanbul masih menjadi bagian dari Konstantinopel. Namun tempat itu masih belum layak dikunjungi selama puluhan tahun berikutnya karena dipenuhi sampah, mayat, dan lumpur. Setelah upaya pembersihan pada tahun 1980-an, kini Basilica Cistern menjadi salah satu objek wisata sejarah terbaik di Istanbul.

(mdk/tsr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP