Perilaku lawan jenis di dunia perkencanan era digital semakin sulit ditebak. Fitur pesan dan jejaring sosial yang semakin beragam membuat urusan penjajakan tak sesederhana dulu. Setelah ghosting, breadcrumbing, pocket-jarring, dan cuffing, kini ada lagi istilah soft-ghosting. Apa itu soft-ghosting?
Advertisement
Sekadar Like Tanpa Membalas Chat
Ilustrasi kencan online. Shutterstock
Seseorang bisa diduga melakukan soft-ghosting jika dia kerap memberikan like pada pesan terakhir orang yang sedang melakukan pendekatan dengannya, namun tidak benar-benar membalas pesan tersebut. Membalas komentar Anda di unggahan jejaring sosialnya dengan like, tapi tidak disertai reply? Tindakan ini juga termsuk bentuk soft-ghosting.
Advertisement
Tidak Sebrutal Ghosting, Tapi tetap Bikin Galau
Ilustrasi kencan online. Shutterstock
Menurut Louise Troen, wakil presiden International Media and Communications di Bumble, soft-ghosting adalah tren yang cukup anyar. Jika dinilai kadar sadisnya, mungkin soft-ghosting masih lebih mendingan daripada ghosting di mana si dia langsung memutuskan kontak sama sekali.Walaupun begitu, soft-ghosting malah lebih berpotensi bikin galau. Pasalnya si korban jadi ragu apakah si dia sedang mengisyaratkan tidak adanya ketertarikan. Adakah makna lain di balik love dan like yang tak berbuntut reply ini?"Jadi tak jelas apakah mereka sedang mencoba untuk mengakhiri percakapan," tuturnya dalam wawancara dengan Stylist. "Ini juga membuat orang yang terakhir mengirimkan pesan 'resmi' berada di posisi ganjil, apakah kamu memutuskan hengkang? Apakah ini adalah pesan bermakna ganda?"
Advertisement
Ajak Ketemuan Agar Lebih Jelas
Agar tak berlarut-larut dalam rasa galau, Troen menyarankan agar korban soft-ghosting tak ragu untuk menanyakan kejelasan. Caranya adalah dengan mengirim pesan kedua. Tak masalah jika pesan sebelumnya belum dibalas.Setelah itu ajak untuk bertemu. Jika masih tak ada respon, segera tinggalkan. Pada titik ini Anda sudah mendapatkan jawaban yang jelas.