Biar Pahala Terus Mengalir Usai Ramadan, Yuk Tunaikan Kewajiban Zakat Maal!

Jumat, 29 Mei 2020 07:04 Reporter : Zaki
Biar Pahala Terus Mengalir Usai Ramadan, Yuk Tunaikan Kewajiban Zakat Maal! Biar Pahala Terus Mengalir Usai Ramadan Yuk Tunaikan Kewajiban Zakat Maal. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Ramadan memang telah berakhir, tapi bukan berarti berhenti juga semangat untuk beribadah dan berbagi pada sesama. Kalau kemarin di malam lebaran sudah rutin membaca Al Quran Online dan menunaikan zakat fitri, kini saatnya untuk membiarkan pahala semakin mengalir dengan menunaikan zakat maal. Yup, seorang muslim yang mampu dan memiliki harta serta telah memenuhi syarat wajib membayar zakat. Jika zakat fitrah bertujuan untuk membersihkan diri, zakat maal ditunaikan untuk membersihkan harta.

Supaya makin mantap dalam menunaikan zakat maal, ketahui dulu yuk beberapa hal penting yang wajib kamu ketahui.

Pengertian Zakat Maal

biar pahala terus mengalir usai ramadan yuk tunaikan kewajiban zakat maal

(c) shutterstock

Menurut syara’, maal berarti segala sesuatu yang dapat dimiliki atau dikuasai dan memenuhi dua syarat, taitu dapat dimiliki, disimpan, dihimpun, dikuasai, dan dapat diambil manfaat sebagaimana lazimnya. Merujuk pada QS At-Taubah Ayat 103, Peraturan Menteri Agama No. 52/2014 dan pendapat Dr Yusuf Qardawi dapat diambil pengertian apabila zakat maal adalah zakat yang dikenakan atas harta seorang muslim yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu.

Nisab Zakat Maal

biar pahala terus mengalir usai ramadan yuk tunaikan kewajiban zakat maal

(c) shutterstock

Pada dasarnya, nisab merupakan batas terendah yang telah ditetapkan syara’ untuk menentukan kewajiban dalam mengeluarkan zakat. Sedangkan nizab zakat maal setara dengan 85 gram emas. Perhitungan lebih jelasnya, misal harga emas 1 gramnya Rp 850.000, jadi tinggal dihitung 85 gram X Rp 850.000 = Rp 72.250.000.

Lantas, Siapa Saja yang Berhak Menerima Zakat Maal?

biar pahala terus mengalir usai ramadan yuk tunaikan kewajiban zakat maal

(c) shutterstock

Tentang siapa saja yang berhak menerima zakat maal, fakir dan miskin menjadi prioritas penerima zakat. Lalu yang kedua adalah budak atau riqab, Gharim dan Gharimin alias orang yang terlilit utang, mualaf atau orang yang baru masuk Islam. Kemudian tak lupa ada juga golongan Fisabilillah, seorang atau lembaga yang punya kegiatan utama berjihad serta menegakkan agama Islam. Kemudian Ibnu Sabil atau musafir dan amil atau pengurus yang khusus mengelola pembagian zakat.

Syarat Wajib Zakat dan Syarat Harta yang Wajib Dizakati

biar pahala terus mengalir usai ramadan yuk tunaikan kewajiban zakat maal

(c) shutterstock

Bagi yang ingin membayar zakat maal, syaratnya adalah muslim atau muslimah, sehat, sudah baligh, punya harta sendiri, dan telah mencapai nisab. Sedangkan syarat harta yang wajib dizakati di antaranya sudah menjadi milik penuh, berkembang, cukup nisab, lebih dari kebutuhan pokok, bebas dari hutang, dan telah dimiliki minimal satu tahun.

Itu tadi beberapa hal penting yang harus diketahui tentang zakat maal. Makin mudah karena kamu sekarang bisa membayar Zakat Maal via Tokopedia, lho. Berbagi pada sesama dan biar pahala bisa terus mengalir jangan lupa juga buat menunaikan ibadah salat 5 waktu. Jangan sampai ketinggalan waktunya, selalu cek Jadwal Sholat ya. Yuk budayakan kebaikan, #MulaiAjaDulu dari Tokopedia! [aki]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Advertorial

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini