Amsterdam Resmikan Jembatan Baja Pertama yang Dibuat dengan Cetak 3D
Merdeka.com - Sebuah jembatan baja berukuran 12 meter baru diresmikan di Amsterdam. Jembatan itu melintang di atas Oudezijds Achterburgwal, salah satu kanal tertua di distrik hiburan malam kota itu.
Dilansir Amusing Planet (11/7/2021), struktur tersebut merupakan jembatan pertama di dunia yang dibuat dengan teknologi cetak tiga dimensi. Pembuatnya adalah perusahaan teknologi Belanda bernama MX3D dalam rangka kolaborasi dengan perusahaan teknik Arup.
Dibangun untuk Kebutuhan Fungsional dan Penelitian
©Adriaan de Groot
Struktur jembatan memiliki bobot keseluruhan mencapai 6 ton. Rangka jembatan dibuat menggunakan batang baja tahan karat yang dilas oleh lengan robot. Proses cetak 3D ini membutuhkan waktu enam bulan.
Jembatan di Oudezijds Achterburgwal dipasang untuk menggantikan jembatan lama yang rusak sekaligus sebagai eksperimen. Badan jembatan dilengkapi sensor yang akan menyimpan data real-time setiap jembatan dilewati. Data ini nantinya akan diolah dan dipelajari oleh para peneliti di Imperial College London. Setelah itu, sebuah jembatan sejenis akan dibuat berdasar data yang sudah dikumpulkan dari jembatan pertama.
"Struktur logam cetak 3D yang besar dan cukup kuat untuk mendukung lalu lintas pejalan kaki belum pernah dibangun sebelumnya. Kami telah menguji dan mensimulasikan struktur serta komponennya selama proses pencetakan sampai tahap penyelesaian, dan sungguh luar biasa melihat jembatan itu akhirnya dibuka untuk umum,” kata Leroy Gardner, seorang insinyur struktural di Imperial London College.
Walaupun saat ini jembatan bisa berfungsi dengan baik, struktur itu tidak akan dipertahankan selamanya. Dua tahun lagi, jembatan yang rusak sebelumnya bakal rampung direnovasi dan bisa difungsikan kembali.
Cikal Bakal Konstruksi dengan Teknologi Cetak 3D di Masa Depan

©Adriaan de Groot
Jembatan ini akan membantu para peneliti untuk mempelajari kemungkinan penggunaan baja yang dicetak dengan teknologi tiga dimensi dalam skala besar. Bukan tidak mungkin kelak bakal lahir bangunan-bangunan yang lebih besar dan rumit dari teknologi ini. Jika teknologi cetak tiga dimensi bisa diwujudkan dalam arsitektur, pembangunan bakal lebih efisien, cepat, dan hemat biaya.
"PCetak 3D menghadirkan peluang luar biasa bagi industri konstruksi, memungkinkan keleluasaan yang jauh lebih besar dalam sifat dan bentuk material," tambah Gardner. "Keleluasaan ini juga membawa berbagai tantangan dan bakal menuntut insinyur struktural untuk berpikir dengan cara baru."
Hal senada juga diucapkan Tim Geurtjens, chief technology officer MX3D. Menurutnya, keberhasilan proyek memiliki implikasi yang menarik untuk masa depan arsitektur. Struktur bangunan yang artistik dan memiliki detail rumit bakal lebih mudah diwujudkan jika teknologi ini bisa dikembangkan hingga nyaris sempurna.
"Karena ini bukan hanya tentang membuat segalanya lebih murah dan lebih efisien bagi kami, ini tentang memberi arsitek dan desainer alat baru, alat baru yang sangat keren di mana mereka dapat memperbaiki desain arsitektur dan desain mereka."
(mdk/tsr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya