Gaslighting dan 23 Tanda Hubungan Abusive Menurut Psikolog, Kenali Gejala-Gejalanya

Minggu, 22 Maret 2020 18:03 Reporter : Tantri Setyorini
Gaslighting dan 23 Tanda Hubungan Abusive Menurut Psikolog, Kenali Gejala-Gejalanya Ilustrasi kekerasan dalam hubungan. ©Shutterstock

Merdeka.com - Hubungan yang bersifat abusive, baik secara fisik atau psikis merupakan realitas bagi sebagian pasangan. Salah satu bentuknya adalah kebiasaan seseorang melakukan gaslighting kepada pasangannya. Tentunya ini bukan kondisi yang sehat untuk menjalin kedekatan dengan manusia lain, namun kadang keberadaannya bahkan tak disadari.

Perilaku abusive dalam hubungan asmara bisa dipicu oleh berbagai faktor. Antara lain masa kecil yang tidak bahagia, rasa rendah diri akut, atau pola kegagalan hubungan asmara yang berulang.

Banyak orang yang terjebak di dalam hubungan abusive tanpa menyadari kalau mereka telah menjadi korban kekerasan selama bertahun-tahun. Tak sedikit pula pria atau wanita yang tidak menyadari kalau mereka telah melakukan kekerasan fisik maupun mental terhadap pasangan.

Jika Anda merasakan ketidaknyamanan atau perasaan tidak puas dengan hubungan yang sedang dijalani, saatnya untuk jujur terhadap diri sendiri dalam menilai sifat hubungan Anda dan pasangan. Seperti dilansir YourTango, berikut ini kami tampilkan tanda-tanda hubungan asmara yang bersifat abusive menurut psikolog Dr. Tarra Bates-Duford.

1 dari 2 halaman
  1. Terlalu sering mengritik pasangan (hyper-critical).
  2. Salah satu pihak terlihat enggan atau takut untuk menyampaikan pendapat atau apa yang dia rasakan secara terbuka kepada pasangannya.
  3. Salah satu pihak selalu menjadi 'pemenang' dalam setiap argumentasi.
  4. Penggunaansilent treatmentatau mendiamkan pasangan sebagai bentuk hukuman.
  5. Memanfaatkan rahasia yang disampaikan pasangan untuk menghukum, membalas, atau menyakiti pasangan secara emosional saat konflik melanda.
  6. Melontarkan guyonan-guyonan sarkastik yang menyakiti pasangan secara sengaja.
  7. Salah satu pihak selalu merasa gelisah atau takut jika berada di dekat pasangannya.
  8. Salah satu pihak tidak bisa/boleh mengambil keputusan tanpa pertimbangan pasangan, karena takut pasangan akan marah atau karena pasangan melarang.
  9. Salah satu pihak tidak bersedia berkompromi jika diminta melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan keinginannya.
  10. Sering berteriak atau membentak pasangan.
  11. Pencitraan, menampilkan perilaku yang berbeda saat berdua dengan pasangan dan di depan orang-orang lain.
  12. Menyalahkan pasangan jika ada hal yang tidak berjalan sesuai keinginan.
  13. Salah satu pihak kerap menyoroti kesalahan dan kekurangan pasangan, meskipun pasangan juga memiliki sederet sisi baik.
  14. Penggunaan kata-kata kasar, vulgar, atau merendahkan untuk menyatakan maksud.
  15. Sering menghina atau 'mengecilkan' pasangan (belittling/berate).
  16. Sering merasa pasangan jahat, meskipun tidak sampai terucapkan.
  17. Salah satu pihak adalah orang yangmoody, suasana hatinya sangat mudah berubah dalam waktu singkat.
  18. Merasa cemburu dan cenderung bersikap posesif jika pasangan berbicara dengan orang lain.
  19. Salah satu pihak seolah-olah selalu menjadi pihak yang salah dalam setiap situasi.
  20. Menolak bermesraan/berdekatan saat merasa marah kepada pasangan (witholding intimacy).
  21. Salah satu pihak menempatkan diri sebagai sosok yang harus selalu menyenangkan pasangan. Tidak berani menentang atau mengambil keputusan yang berseberangan dengan pendapat pasangan.
  22. Salah satu pihak tidak pernah meminta maaf, meskipun mereka tahu kalau seharusnya mereka minta maaf.
  23. Mengecilkan perasaan dan kekhawatiran pasangan.
  24. Memanipulasi psikologi pasangan hingga dia berpikir kalau dirinya sudah bersikap berlebihan atau bahkan sampai mempertanyakan kewarasannya sendiri (gaslighting).
2 dari 2 halaman

Perilaku Abusive Bukan untuk Dimaklumi

Demikian tanda-tanda hubungan abusive yang perlu dikenali dan disadari. Apakah Anda atau pasangan menunjukkan perilaku seperti poin-poin di atas?

Jika iya, cari tahu kemungkinan alasan yang menjadi akar perilaku seperti ini. Tak ada salahnya meminta bantuan psikolog agar Anda atau pasangan bisa menelusuri akar permasalahannya. Jangan mendiamkan masalah ini, apalagi memakluminya. Ini adalah unsur yang tidak sehat di dalam sebuah hubungan. Jika tidak diatasi, kesehatan mental Anda sendiri yang bisa terganggu. [tsr]

Baca juga:
Menurut Penelitian, Lelaki Cenderung Jatuh Cinta Lebih Dulu daripada Wanita
Merasa Bersalah Padahal Tak Berbuat Salah? Tanda Abusive Relationship

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini