Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Burung di China ini terkenal karena berambut mirip Donald Trump

Burung di China ini terkenal karena berambut mirip Donald Trump

Kebun Binatang

merdeka.com
Geser ke atas untuk membaca
Burung di China ini terkenal karena berambut mirip Donald Trump

Seekor burung pegar emas terlihat di Hangzhou Safari Park, Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China, Minggu (13/11). Menurut media lokal, burung pegar tersebut menuai popularitas karena rambutnya yang berwarna keemasan dianggap mirip dengan rambut Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump.

Burung di China ini terkenal karena berambut mirip Donald Trump

Seekor burung pegar emas yang dinilai mirip Donald Trump terlihat di Hangzhou Safari Park, Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China, Minggu (13/11).

Burung di China ini terkenal karena berambut mirip Donald Trump

Seorang pengunjung mengamati burung pegar emas yang dinilai mirip Donald Trump di Hangzhou Safari Park, Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China, Minggu (13/11).

Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru, China Langsung Bereaksi
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru, China Langsung Bereaksi

China menyampaikan kekhawatiran atas pembentukan dewan intelijen nasional baru Jepang yang dinilai memicu kontroversi di dalam dan luar negeri.

Baca Selengkapnya
Selama Jadi Presiden AS, Trump Ancam dan Serang 15 Negara
Selama Jadi Presiden AS, Trump Ancam dan Serang 15 Negara

Menurut laporan CNN, Trump sudah mengancam dan benar-benar menyerang 15 negara selama masa kepemimpinannya.

Baca Selengkapnya
Trump Ancam dan Serang 15 Negara Selama Menjabat Presiden AS
Trump Ancam dan Serang 15 Negara Selama Menjabat Presiden AS

Laporan itu menyebut pernyataan Trump tersebut tampaknya disampaikan secara santai dan bukan bagian dari pengumuman kebijakan resmi.

Baca Selengkapnya
4 Bulan Dibentuk, Dana Board of Peace Trump Masih Kosong
4 Bulan Dibentuk, Dana Board of Peace Trump Masih Kosong

Israel hingga kini masih terus menggempur Gaza meski gencatan senjata masih berlaku.

Baca Selengkapnya
Empat WNA China Jadi Tersangka Kasus Tambang Emas Ilegal di Nabire
Empat WNA China Jadi Tersangka Kasus Tambang Emas Ilegal di Nabire

Kemenhut menetapkan empat warga negara asing (WNA) asal China sebagai tersangka dalam kasus pertambangan emas tanpa izin.

Baca Selengkapnya
Trump Ancam Hancurkan Oman jika Bantu Iran Kelola Selat Hormuz
Trump Ancam Hancurkan Oman jika Bantu Iran Kelola Selat Hormuz

Hingga saat ini, Trump masih berusaha untuk membuka kembali akses di Selat Hormuz.

Baca Selengkapnya
Belajar dari China, Indonesia Perkuat Program Pengentasan Kemiskinan
Belajar dari China, Indonesia Perkuat Program Pengentasan Kemiskinan

Langkah tersebut dinilai penting sebagai upaya memperkuat pembangunan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah.

Baca Selengkapnya
Trump Ultah ke-80, Gedung Putih Diubah Jadi Arena UFC
Trump Ultah ke-80, Gedung Putih Diubah Jadi Arena UFC

Gedung Putih kembali menarik perhatian publik setelah dibangunnya arena UFC sebagai bagian dari perayaan ulang tahun Donald Trump.

Baca Selengkapnya
Idul Adha di Bangladesh Diramaikan Kerbau Albino Berwajah Mirip Donald Trump
Idul Adha di Bangladesh Diramaikan Kerbau Albino Berwajah Mirip Donald Trump

Peternak melakukan perawatan khusus untuk kerbau yang miripTrump, termasuk pemberian pakan berkualitas dan perhatian ekstra terhadap kesehatannya.

Baca Selengkapnya
China Perkuat Sistem Pengawasan, Warga Asing Makin Dipantau Ketat
China Perkuat Sistem Pengawasan, Warga Asing Makin Dipantau Ketat

Selain warga asing, otoritas di China juga memantau aktivitas warga lokal, termasuk individu yang terlibat dalam politik, aktivisme, dan organisasi sosial.

Baca Selengkapnya
Pangeran MBS Dilaporkan Siap Mengakui Israel Hari Ini Juga, Tapi Ada Satu Penghalang
Pangeran MBS Dilaporkan Siap Mengakui Israel Hari Ini Juga, Tapi Ada Satu Penghalang

Trump selama ini mendorong negara-negara Arab untuk mengakui Israel dalam perjanjian Abraham Accords.

Baca Selengkapnya
AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran
AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran

Militer Amerika Serikat membela tindakan yang diambilnya dengan alasan bahwa itu merupakan langkah untuk melindungi diri sendiri.

Baca Selengkapnya