Pulau Male di Maladewa. Di antara pulau-pulau indah lainnya yang dikenal sebagai tempat berbulan madu, Pulau Male merupakan salah satu yang terpadat. Menurut sensus terakhir dari PBB pulau tersebut didiami lebih dari 133.000 orang.
Planet Bumi
Pulau Male di Maladewa. Di antara pulau-pulau indah lainnya yang dikenal sebagai tempat berbulan madu, Pulau Male merupakan salah satu yang terpadat. Menurut sensus terakhir dari PBB pulau tersebut didiami lebih dari 133.000 orang.
Pulau Ebeye di Kepulauan Marshall. Pulau yang berdiri di tengah Samudera Pasifik itu memiliki luas 0,1 mil persegi dengan jumlah penghuninya sekitar 15.000 orang.
Pulau Migingo di Danau Victoria. Pulau yang padat pemukiman itu luasnya hanya setengah dari lapangan sepak bola. Saat ini pulau yang dihuni oleh 100-200 orang penduduk itu tengah menjadi perdebatan sengketa antara Kenya dan Uganda.
Manhattan di New York. Pulau seluas 23 mil persegi ini memiliki jumlah penduduk sekitar 1.626.000 orang atau setara dengan 70.700 orang per mil persegi.
Venice membentang sepanjang 117 pulau-pulau kecil di sepanjang Laut Adriatik di Italia.
Santa Cruz del Islote di Kolombia, Meskipun berukuran hanya 0.004 mil persegi, jumlah penduduknya mencapai 1.200 orang. Pulau tersebut juga dianggap sebagai salah satu yang paling padat penduduknya di dunia atau empat kali lebih padat dari jumlah penduduk Manhattan.
Lubeck di Jerman. Kota tua Lubeck terletak di sebuah pulau yang dikelilingi oleh perairan yang sekarang ini sudah menjadi bagian dari Daftar Warisan Dunia UNESCO. Kota tua Lubeck didirikan pada tahun 1143 di sebuah pulau di pantai Baltik Jerman utara.
Penilaian harga Bumi dilakukan pada tahun 2020 oleh Dr. Greg Laughlin, yang merupakan profesor astronomi di Universitas Yale.
Baca Selengkapnya
Pada tanggal 14 Mei 2025, bintik matahari bernama AR4087 mengeluarkan serangkaian letusan yang lebih kuat, yaitu M5.3, X2.7, dan M7.7.
Baca SelengkapnyaStudi ilmiah terbaru memprediksi rentang waktu berakhirnya kehidupan di Bumi.
Baca SelengkapnyaBumi diklaim akan memasuki zaman es akibat ulah manusia.
Baca Selengkapnya
Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Edward Schwieterman dari California University dan Prof. Shiladitya DasSarma dari Maryland University, didukung NASA.
Baca Selengkapnya
Air tertua di dunia ini memiliki kandungan sulfat yang tinggi. Kandungan kimia tersebut memicu dugaan para ilmuwan mengenai kemungkinan adanya mikroba.
Baca Selengkapnya
Galaksi-galaksi tersebut tampak tersusun dalam formasi yang hampir ideal.
Baca Selengkapnya
Ilmuwan menemukan "dunia tenggelam" jauh di dalam lapisan bumi.
Baca Selengkapnya
Salah satu planet terletak sekitar 750 tahun cahaya dari Bumi.
Baca Selengkapnya
Kondisi ini dapat memperburuk dampak pemanasan global yang disebabkan oleh perubahan iklim.
Baca Selengkapnya
Fenomena ini terjadi karena Bulan memiliki gravitasi yang lebih rendah daripada Bumi, sehingga waktu di Bulan berjalan lebih cepat.
Baca Selengkapnya
Ukurannya bervariasi, di mana beberapa meteorit dapat mencapai lebar 1 meter, sedangkan yang lainnya hanya berukuran mikrometer
Baca Selengkapnya