Waspadai Virus dari China, Sejumlah Negara Asia Perketat Pemeriksaan di Bandara
Merdeka.com - Sejak kemarin sejumlah negara di Asia memberlakukan pemeriksaan wajib di bandara kedatangan sebagai tindakan kewaspadaan terhadap virus baru dari China yang menyerupai SARS.
Dari Thailand, Hong Kong dan Korea Selatan, hingga Australia pemerintah setempat menerapkan "travel alert" terhadap penumpang dari China, untuk mewaspadai virus corona baru. Hari ini ilmuwan China mengatakan virus corona itu dipastikan bisa menular antar-manusia.
Empat orang telah meninggal di China akibat terjangkit virus itu dan lebih dari 200 orang juga mengidap penyakit serupa.
Sejauh ini pihak berwenang Thailand telah memberlakukan pemindaian termal wajib bagi penumpang yang datang dari daerah berisiko tinggi di bandara China di Bangkok, Chiang Mai, Phuket dan Krabi.
"Penumpang itu akan diperiksa tanpa pengecualian," ujar Menteri Kesehatan Anutin Charnvirakul dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Khaleej Times, Selasa (21/1).
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMenteri Kesehatan Anutin Charnvirakul menambahkan, jika mereka menunjukkan tanda-tanda demam, maka akan dikarantina selama 24 jam untuk pemantauan.
Seperempat dari semua penerbangan internasional dari Wuhan - pusat virus mematikan itu- tiba di Thailand. Sekitar 1.300 penumpang diperkirakan datang setiap hari dari Wuhan selama Tahun Baru Imlek, yang dimulai akhir pekan ini.
Thailand berupaya menghindari wabah mematikan itu selama musim puncak liburan Tahun Baru Imlek mendatang.
Dua warga China yang baru datang di Thailand ditemukan terjangkit jenis virus baru itu. Satu di antara mereka sudah dibolehkan pulang dari rumah sakit dan telah kembali ke China.
Warga Australia diduga terjangkit
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comHong Kong yang pernah mengalami wabah Sindrom Pernapasan Akut (SARS) 2002-2003 hingga menewaskan ratusan orang masih trauma dengan penyebaran virus ini. Pihak berwenang mengatakan mereka dalam keadaan "siaga satu".
"Kami ... bersiap untuk yang terburuk. Kami belum menurunkan status kesiagaan kami," kata pemimpin nomor dua Hong Kong, Chief Secretary Matthew Cheung, kepada wartawan.
Bandara Hong Kong, salah satu yang tersibuk di dunia, kini secara rutin memeriksa suhu semua penumpang yang tiba di bandara.
Mereka yang tiba dari Wuhan harus mengisi deklarasi kesehatan dan terancam denda serta hukuman penjara hingga enam bulan jika mereka gagal memenuhinya.
Pihak rumah sakit kemarin mengatakan mereka akan memantau siapa saja yang demam dan pernah berkunjung ke Wuhan.
Sementara itu Taiwan juga meningkatkan kewaspadaan terhadap mereka yang bepergian ke dan dari Wuhan. Pemerintah menyarankan pengunjung untuk menghindari lokasi pasar unggas hidup.
Karena khawatir akan jangkauan wabah meningkat, pejabat kesehatan Australia mengatakan mereka tengah mengawasi seorang pria di rumahnya setelah diketahui dia baru kembali dari Wuhan dan menunjukkan gejala terjangkit virus tersebut.
Reporter: Tanti Yulianingsih
Sumber: Liputan6.com
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya