Uji Coba Kontroversial Vaksin di Inggris, 40 Relawan akan Ditulari Virus Corona

Selasa, 20 Oktober 2020 17:05 Reporter : Hari Ariyanti
Uji Coba Kontroversial Vaksin di Inggris, 40 Relawan akan Ditulari Virus Corona Petugas medis Rusia mulai disuntik vaksin Covid-19. ©REUTERS/Tatyana Makeyeva

Merdeka.com - Sukarelawan Inggris akan sengaja ditulari virus corona sebagai bagian eksperimen uji coba yang bisa mengubah pemahaman para ilmuwan terkait virus itu.

London menjadi tuan rumah uji coba pertama dunia virus corona di mana 40 sukarelawan disuntik dengan vaksin potensial sebelum diberikan dosis semprotan nasal patogen mematikan tersebut.

Sebelum pengumuman oleh Open Orphan pada Selasa, ada kontroversi di kalangan ilmuwan terkait metode ini.

Para pendukung mengatakan, uji coba ini bisa jauh lebih cepat daripada tes vaksin biasa, berpotensi mempersingkat waktu tunggu sampai dunia memiliki akses ke inokulasi yang efektif.

Tetapi para kritikus berpendapat terlalu sedikit yang dipahami terkait Covid-19 untuk membuat uji coba tersebut aman. Walaupun anak muda jarang yang meninggal karena penyakit ini, ada banyak bukti mereka bisa menderita penyakit jangka panjang yang melemahkan.

Sue Tansey, seorang dokter farmasi yang merupakan anggota dari Nuffield Council on Bioethics, sebuah pengawas independen Inggris, mengatakan masih ada "ketidaksepakatan di antara para ahli" apakah pantas untuk melanjutkan uji coba ini.

"Orang-orang terbelah karena ini teka-teki etika," katanya, dikutip dari NBC News, Selasa (20/10).

"Pendanaan yang diumumkan hari ini untuk studi terobosan namun terkontrol dengan hati-hati menandai langkah penting berikutnya dalam membangun pemahaman kita tentang virus dan mempercepat pengembangan vaksin kita yang paling menjanjikan yang pada akhirnya akan membantu dimulainya kembali kehidupan normal," jelas Menteri Bisnis Inggris, Alok Sharma dalam sebuah pernyataan yang didistribusikan Open Orphan.

Ada lebih dari 150 vaksin yang sedang dikembangkan di seluruh dunia, beberapa di antaranya telah mencapai tes fase 3, di mana sejumlah besar orang - sebanyak puluhan ribu - diberi vaksin, sementara yang lain mendapatkan plasebo.

Dalam penelitian biasa, sukarelawan diuji secara teratur untuk Covid-19 dengan harapan akan ada perbedaan yang mencolok antara kelompok yang divaksinasi dan yang tidak. Namun ini bisa memakan waktu lama - banyak peserta akan membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk tertular jika mereka terinfeksi.

Uji coba ini dapat mempersingkat waktu tersebut: Semua sukarelawan mendapatkan vaksin, dan semuanya juga terkena virus. Para peneliti mengatakan kelompok yang hanya terdiri dari 40 sukarelawan kemungkinan akan bisa menjelaskan kandidat vaksin apa pun hanya dalam waktu singkat. Semua orang menerima ada risikonya.

Baca Selanjutnya: Kepala penasihat ilmiah Inggris Sir...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini