Turki bakal perluas operasi militer di Suriah hingga perbatasan Irak
Merdeka.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berjanji akan memberantas para 'teroris' yang menyebar hingga ke perbatasan negaranya. Bahkan, pasukannya akan memperluas operasi yang saat ini hanya berkisar di Suriah Barat ke perbatasan Irak.
"Operasi Olive Branch akan berlanjut sampai mencapai tujuannya. Kami akan menyingkirkan teroris di Manbij dan pertempuran kami akan berlanjut hingga ke perbatasan Irak sampai tidak ada teroris tersisa," kata Erdogan dalam sebuah pidato di Ankara, dikutip dari laman Asharq Alawsat, Sabtu (27/1).
Menurut Erdogan, perluasan operasi militer ini guna menekan segala manuver Amerika Serikat di Suriah Utara. Dia mengatakan, setiap pergerakan dari pasukan Turki ke Manbij, sebuah wilayah yang dikuasai Kurdi.
AS memang memiliki sekitar 2.000 tentara di Suriah yang merupakan koalisi dari pasukan internasional ditugaskan untuk melawan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Sebagian besar tentara AS ditempatkan di Manjib dan perluasan operasi Turki di sana telah memicu bentrokan antara kedua negara sekutu NATO tersebut.
Turki sendiri telah dibuat geram oleh AS lantaran negara tersebut memberi dukungan senjata, pelatihan, bantuan udara kepada pasukan Kurdi Suriah. Turki mengklaim jika Pasukan Perlindungan Rakyat (YPG) merupakan perpanjangan dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang telah melakukan pemberontakan mematikan di Turki tenggara selama tiga dekade.
"Jika kita harus berperang melawan teror, maka pilihannya adalah kita melakukan ini bersama atau masing-masing mengurus urusan sendiri," pungkasnya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya