Trump khawatir pertemuan dengan Kim Jong-un akan membuatnya malu
Merdeka.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump merasa khawatir pertemuannya dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un bulan depan akan 'memalukan secara politik'. Trump dikabarkan mulai meminta para stafnya melanjutkan pembahasan dengan pihak Korut.
Kabar dari harian the New York Times itu mengutip sejumlah pejabat pemerintahan Trump. Presiden AS itu dikatakan terkejut dan marah dengan langkah Korut yang menarik kembali pernyataan mereka. Juru runding Pyongyang dalam isu nuklir mengatakan mereka tidak akan menukar kemampuan nuklir dengan bantuan ekonomi.
Dilansir dari laman Sputnik News, Senin (21/5), Trump menghubungi para stafnya Kamis dan Jumat lalu untuk mempertanyakan apakah pertemuannya dengan Kim masih diperlukan mengingat pernyataan Korut baru-baru ini yang menarik mundur janji mereka sebelumnya.
Sabtu lalu Trump menghubungi Presiden Korea Selatan Moon Jae-in untuk mempertanyakan mengapa pernyataan Pyongyang belakangan bertentangan dengan janji mereka ketika dua Korea bertemu bulan lalu.
Laporan the New York Times menyebut para staf Trump sangat gelisah karena Trump sangat ingin menggelar pertemuan dengan Kim. Mereka khawatir Kim malah memanfaatkan situasi itu untuk keuntungan mereka dan ingkar janji.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya