Tiga Tentara AS Tewas dalam Serangan Bom di Afghanistan
Merdeka.com - Tiga tentara Amerika Serikat tewas dan tiga lainnya terluka akibat ledakan bom di Afganistan kemarin.
Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) tidak akan segera merilis rincian tentang tentara-tentara itu, namun pihaknya mengatakan mereka tewas ketika sebuah alat peledak rakitan (IED) diledakkan di dekat kota Ghazni, Afghanistan tengah.
Dikutip dari France 24, Rabu (27/11), dalam kejadian itu seorang kontraktor Amerika juga terluka, maka bertambah menjadi empat korban terluka dan keempatnya telah menerima perawatan medis. Kejadian ini hanya beberapa hari setelah tentara Amerika Serikat lainnya tewas di Provinsi Nimroz, Afghanistan, Sabtu lalu.
Dalam pernyataannya, NATO menyebut laporan awal menunjukkan kemungkinan tentara itu tidak sengaja ditembak oleh mitra pasukan Afghanistan. Kejadian tragis itu terjadi ketika mereka terlibat dalam pertemuan dengan militan Al Qaidah.
"Tidak ada indikasi dia ditembak dengan sengaja," katanya.
Sementara itu Jenderal Scott Miller, komandan tertinggi AS dan NATO di Afghanistan, mengatakan bahwa tentara yang bernama Jasso tewas demi membela negara, untuk memerangi Al Qaidah bersama mitra Afghanistan.
Kematian Jasso menyusul insiden apa yang disebut 'serangan orang dalam', yang telah mengguncang pasukan asing ditugaskan untuk melatih dan membantu militer Afghanistan.
Diketahui lebih dari 2.200 tentara Amerika gugur di Afghanistan sejak penyerbuan Amerika Serikat pada 2001 yang menggulingkan rezim Taliban dari kekuasaannya.
Jumlah korban Amerika berjatuhan semakin banyak sejak akhir 2014, ketika pasukan Afghanistan mengambil alih tugas pasukan NATO yang dipimpin AS.
Presiden Ashraf Ghani mengatakan awal bulan ini, sejak 2015 sudah 58 tentara Amerika tewas. Pada periode waktu yang sama, hampir 30.000 polisi dan tentara Afghanistan tewas, menurutnya angka itu jauh lebih tinggi daripada yang diakui sebelumnya.
Taliban telah secara intensif melakukan serangan terhadap pasukan Afghanistan bahkan ketika Amerika Serikat meningkatkan upaya untuk melakukan pembicaraan damai. Amerika sendiri masih berusaha untuk mencari jalan keluar dari konflik yang sudah lebih dari 17 tahun itu.
Amerika Serikat mengutus Zalmay Khalilzad sebagai ujung tombak untuk mencapai kesepakatan damai dengan Taliban sebelum pemilihan presiden Afghanistan, yang dijadwalkan pada bulan April tahun depan meskipun para pejabat mengatakan dapat ditunda hingga Juli.
Delegasi Taliban juga sudah bertemu dengan Khalilzad di Doha pada Oktober dan November dalam rangka membahas cara mengakhiri konflik di Afghanistan. Khalilzad mengatakan dia sangat optimis untuk mengakhiri konflik tersebut.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya