Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

'Terorisme itu kejahatan, tak peduli agama atau kewarganegaraan'

'Terorisme itu kejahatan, tak peduli agama atau kewarganegaraan' Duta besar Rusia Mikail Galuzin. ©2015 Merdeka.com/Marcheilla Ariesta

Merdeka.com - Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Galuzin mengecam serangan teroris yang terjadi di negaranya. Dia menyebutkan ledakan yang terjadi di stasiun metro St.Petersburg, Rusia sebagai tindakan terorisme.

Galuzin menjelaskan, terorisme merupakan tindakan kriminal, apapun agama dan kewarganegaraan pelaku.

"Terorisme adalah kejahatan, tidak peduli kewarganegaraan atau agamanya," tuturnya dalam jumpa pers di kediaman Dubes Rusia, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (5/4).

Menurutnya, saat ini yang terpenting bagi Rusia adalah memperketat keamanan di dalam negeri dan pemulihan untuk korban terluka.

Kemarin, kepolisian Rusia mengumumkan nama pelaku penyerangan di stasiun metro St.Petersburg. Pelaku pengeboman tersebut membuat dua bom rakitan, satu di antaranya berhasil meledak dan satunya lagi berhasil dijinakkan.

Pelaku diketahui bernama Akbarzhon Jalilov. Pria berusia 22 tahun itu merupakan warga negara Rusia, namun dilahirkan di kota Osh, Kyrgyzstan pada 1995.

"Dari penyelidikan diketahui lelaki yang meledakkan bom di dalam gerbong Saint Petersburg metro. Dia adalah Akbarzhon Jalilov," ungkap Komite Penyelidikan Negara Rusia.

Polisi menduga pelaku termasuk salah satu korban tewas dalam ledakan tersebut. Meski demikian, pencarian tetap dilakukan untuk mencari kemungkinan Jalilov melarikan diri usai insiden mematikan itu.

Pejabat Rusia meyakini pelaku memiliki hubungan dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Sayangnya belum ada data lebih lanjut mengenai Jalilov. Meski begitu, media setempat mendapatkan laporan tak terkonfirmasi yang menyebut pelaku berasal dari etnis Uzbek.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP