Tentara Papua Barat Minta Presiden Jokowi Gelar Referendum

Selasa, 11 Desember 2018 20:43 Reporter : Pandasurya Wijaya
Tentara Papua Barat Minta Presiden Jokowi Gelar Referendum sebby sambom. ©phaul-heger.blogspot.com

Merdeka.com - Kelompok pemberontak Papua Barat yang membunuh belasan pekerja proyek di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua Barat, 2 Desember lalu menolak permintaan pemerintah Indonesia untuk menyerah dan malah meminta digelar referendum untuk memutuskan masa depan mereka.

Pemerintah menyebut para pekerja itu adalah warga sipil sedangkan para pemberontak menyebut mereka anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Dilansir dari laman the Straits Times, Selasa (11/12), dalam video yang diunggah ke YouTube kemarin juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Sebby Sambom membacakan surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo. Dalam video itu Sebby menolak seruan pemerintah Indonesia supaya TPNPB menyerah. Dia meminta pemerintah memulai dialog dengan mereka.

Dalam video itu Sambom terlihat berdiri dengan latar belakang bendera Bintang Kejora, bendera Organisasi Papua Merdeka. Sambom meminta kepada Presiden Jokowi untuk menggelar referendum bagi rakyat asli Papua untuk memutuskan apakah mereka tetap ingin bergabung dengan Indonesia.

"TPNPB tidak akan menyerah dalam kondisi apa pun sebelum kemerdekaan negara Papua terwujud dari penjajahan Indonesia," kata Sambom.

"Pertempuran tidak akan berakhir sebelum permintaan TPNPB dipenuhi oleh pemerintah Indonesia."

Selain itu Sambom juga meminta larangan jurnalis asing meliput di Papua dicabut dan badan pengungsi PBB serta Palang Merah Internasional diizinkan masuk ke Papua untuk menolong warga sipil yang terjebak di tengah konflik.

Hari ini Sambom membenarkan keberadaan video itu kepada kantor berita Reuters.

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, pemerintah sudah berupaya untuk meredam konflik di Papua. Berbagai permintaan, kata JK, sudah dilakukan dan diberikan, mulai dari hak politik hingga ekonomi.

"Sekarang sebenarnya, opsi dialog itu juga pertanyaannya apanya lagi yang bisa didialogkan. Semua sudah dikasih ke daerah terkecuali kemerdekaan. Dana itu sudah jauh lebih besar daripada sebelumnya," kata JK di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Selasa (11/12).

Dua anggota TNI hari ini dilaporkan terluka saat aparat gabungan TNI-Polri kontak tembak dengan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di Yigi, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua, Selasa pagi. Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi membenarkan kabar tersebut.

"Dua anggota yang terluka akibat terkena tembakan yakni Pratu Budi, dan Praka Aswad, namun keduanya dalam kondisi stabil," kata Kolonel Aidi seperti dikutip Antara, Selasa (11/12).

Kontak tembak terjadi sekitar pukul 06.20 WIT. Kini kedua anggota TNI yang terluka itu masih berada pos Yigi, Papua Barat. [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini