Tawarkan Suaka ke Pangeran Muhammad, Pemimpin Partai Tunisia Picu Kontroversi

Jumat, 23 November 2018 18:00 Reporter : Ira Astiana
Tawarkan Suaka ke Pangeran Muhammad, Pemimpin Partai Tunisia Picu Kontroversi pangeran muhammad bin salman. ©independent

Merdeka.com - Pemimpin partai politik Tunisia, al-Binaa al-Watani, memicu kontroversi usai menawarkan suaka kepada Pangeran Arab Saudi Muhammad bin Salman di tengah skandal kematian wartawan Jamal Khashoggi.

Sebagaimana diketahui, posisi Pangeran Muhammad saat ini sedang terancam menyusul pembunuhan Khashoggi. Banyak yang menduga Pangeran Muhammad lah yang memerintahkan pembunuhan Khashoggi, mengingat Khashoggi kerap mengkritik pemerintah Saudi.

Tidak jelas apakah tawaran yang diungkapkan Riadh Chaibi jujur atau hanya omong kosong belaka. Namun, tawarannya muncul ketika Pangeran Muhammad diminta turun dari jabatannya saat ini.

"Saya mengusulkan kepada presiden untuk menerima Muhammad bin Salman di Tunisia sebagai timbal balik dari perbuatan baiknya. Terutama setelah Arab Saudi menjadi tuan rumah yang baik untuk mantan presiden Tunisia Zine el-Abidine Ben Ali selama bertahun-tahun," kata Chaibi, dikutip dari Middle East Eye, Jumat (23/11).

Ben Ali merupakan pemimpin lama yang digulingkan oleh revolusi pada 2011. Dia merupakan sosok yang dibenci di negara Afrika Utara.

Kasus Khashoggi membawa dampak tersendiri di pemerintaha Saudi. Beberapa anggota keluarga penguasa Kerajaan Arab Saudi sedang resah karena tidak ingin agar Pangeran Muhammad menjadi raja. Hal ini dikatakan langsung oleh tiga sumber dekat kerajaan.

Ada puluhan pangeran dan sepupu dari keturunan keluarga Al Saud ingin melihat adanya perubahan namun hal ini tidak akan ditindak lanjuti selama ayah pangeran, Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud (82 tahun) masih hidup, mereka mengakui bahwa raja sendiri tidak mungkin berbalik melawan putra kesayangannya.

Sebaliknya, mereka mendiskusikan rencana perubahan itu dengan anggota keluarga lain, dengan mengatakan bahwa setelah kematian raja, Pangeran Ahmad bin Abdulaziz yang juga adik lelaki Raja Salman dan paman putra mahkota, dapat mengambil tahta Raja Salman.

Pangeran Ahmad adalah satu-satunya saudara lelaki Raja Salman yang masih hidup, maka bisa dipastikan dia akan mendapat dukungan dari anggota keluarga, aparat keamanan dan berbagai dukungan dari negara Barat, untuk menggantikan Raja Salman nantinya, sebut salah satu sumber Saudi itu. [ias]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini