Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sukses membesarkan Playboy, Hugh Hefner tetap gagal dalam pernikahan

Sukses membesarkan Playboy, Hugh Hefner tetap gagal dalam pernikahan Hugh Hefner dan Crystal Harris. ©2014 Merdeka.com/nydailynews.com

Merdeka.com - Pendiri dan pemilik majalah lelaki dewasa Playboy Hugh Marston Hefner tutup usia pada umur 91 tahun. Selama hidupnya, Hefner dikenal sebagai sosok flamboyan dengan gaya hidup glamor dan selalu dikelilingi perempuan-perempuan cantik.

Di balik berbagai julukan kontroversial yang disematkan kepadanya, Hefner tergolong sebagai pengusaha sukses yang berperan penting dalam menyumbangkan gagasan tentang seks dan ketelanjangan.

Meski sering menjadi target feminis yang menganggapnya telah menjadikan wanita sebagai objek seks, namun dirinya tetap merasa bangga dengan usahanya dalam membuat majalah Playboy sebesar sekarang.

"Yang membuat saya bangga adalah bahwa saya telah mengubah pandangan tentang seks, membuat orang-orang baik tinggal bersama, dan membuat orang-orang tidak terpengaruh dengan gagasan seks pranikah. Itu memberi saya kepuasan besar," ungkapnya dalam satu wawancara pada 1974 silam, seperti dilansir dari laman Indian Express, Kamis (28/9).

"Jika tidak ada Wright Bersaudara, tidak akan ada pesawat terbang. Jika tak ada Edison, takkan ada sumber penerangan. Dan jika tidak ada Hefner, kita masih tetap bisa berhubungan seksual tetapi pasti tidak akan menikmatinya seperti sekarang. Dunia jadi tak berwarna," katanya lagi saat diwawancarai pada 1992 silam.

Hefner pertama kali menerbitkan majalah Playboy pada tahun 1953 silam. Edisi perdana majalah tersebut menampilkan gambar telanjang aktris Hollywood legendaris Marilyn Monroe. Di tahun pertama setelah terbit, majalah tersebut memiliki hampir 200.000 pelanggan. Perkembangannya semakin pesat dari tahun ke tahun dan pada tahun 1970an, majalah tersebut telah dinikmati oleh lebih dari tujuh juta pembaca.

Berkat kegigihannya dalam mengembangkan usahanya itu, majalah tersebut menjadi salah satu merek global Amerika Serikat yang dikenal dalam sejarah. Dia juga menerima beberapa penghargaan antara lain, International Publishing Award dari International Press Directory di London pada tahun 1996 dan Henry Johnson Fisher Award, penghargaan tertinggi dari Penerbit Majalah Amerika, pada tahun 2002.

Tak hanya itu, Hafner juga menyabet dua penghargaan di Guinness Book of World Records karena menjadi editor majalah terlama dari yang pernah ada dan karena memiliki koleksi lembar memo terbanyak yang saat ini terdiri lebih dari 2.900 jilid.

Namun berbanding terbalik dengan karirnya yang semakin cemerlang, kisah percintaan Hefner justru sering berakhir pada kegagalan. Dia menikah dan bercerai sebanyak dua kali seumur hidupnya. Dia mengaku selama hidup tidak pernah benar-benar menemukan belahan jiwanya.

Hefner pertama kali menikah pada tahun 1949 dengan Mildred Williams dan bercerai pada 1958. Dari pernikahan tersebut keduanya dikaruniai dua anak. Hefner menikah lagi untuk kedua kalinya dengan Kimberley Conrad dan memiliki dua anak. Keduanya bercerai pada 2010.

Terakhir, Hefner menjalani hubungan singkat pada 2011 dengan Crystal Harris. Kedunya telah bertunangan namun kemudian memutuskan untuk batal menikah.

Meski demikian, selama hidup Hefner tidak pernah benar-benar kesepian. Dia bahkan mengklaim pernah berhubungan seks dengan lebih dari seribu wanita, termasuk model-model di majalahnya.

"Mungkin saya harus melajang. Tapi saya tahu bahwa saya membutuhkan hubungan romantis. Pada dasarnya saya adalah orang yang sangat romantis, dan yang sebenarnya saya cari, sejujurnya, adalah hubungan berkelanjutan untuk membiarkan pacar saya tahu bahwa saya sangat peduli," akunya. (mdk/pan)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP