Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sering dirundung teman sekolah, remaja Polandia gantung diri

Sering dirundung teman sekolah, remaja Polandia gantung diri Dagmara Przybysz. ©SWNS

Merdeka.com - Hari-hari ini publik di Indonesia tengah diramaikan peristiwa seorang mahasiswa berkebutuhan khusus di sebuah universitas swasta yang dirundung oleh teman kuliahnya. Kasus serupa juga terjadi di Inggris, bahkan akibatnya lebih fatal.

Seorang pelajar asal Polandia ditemukan tewas gantung diri di toilet sekolahnya. Remaja yang menempuh pendidikan di Pool Academy, Inggris, itu diduga memilih bunuh diri karena mengalami perundungan yang dilakukan teman sekolahnya.

Menurut sumber terdekat, Dagmara Przybysz sempat terlibat pertengkaran dengan beberapa teman perempuan di sekolahnya sebelum memilih untuk mengakhiri hidup. Remaja 16 tahun itu juga sempat curhat kepada orangtua dan pacarnya bahwa dia mendengar komentar rasis dari teman-temannya.

dagmara przybysz

Dagmara Przybysz ©Tim Stewart

"Dagmara terkadang bercerita tentang masalahnya kepada saya. Dia merasa tersakiti ketika ada orang yang mengatakan hal tidak menyenangkan kepadanya," kata ibu Dagmara, Ewelina, seperti dilansir dari laman metro.co.uk, Selasa (18/7).

Ewelina memahami masalah yang dialami oleh putrinya itu. Teman-teman Dagmara seringkali menyebutnya orang bodoh karena berasal dari Polandia.

"Saya tidak tahu benar apa yang dikatakan dia kepada anak saya dan insidennya terjadi beberapa hari sebelum Dagmara meninggal. Saya tidak tahu apa rasisme itu memang umum di kalangan para pelajar, tetapi saya yakin anak saya sempat mendengar mereka menyebut anak saya orang Polandia bodoh," cerita Ewelina.

Selain Ewelina, pacarnya juga membenarkan bahwa Dagmara sering di-bully di sekolah.

"Mereka sering bilang, 'pulang saja sana ke negaramu,' dan hal itu membuat Dagmara terluka," ungkap Lewis Simpson yang sudah berpacaran dengan Dagmara sejak usia 14.

Kematian Dagmara meninggalkan duka mendalam tidak hanya bagi keluarganya, tetapi juga para guru di sekolah.

"Sepengetahuan saya, dia tidak pernya menyebut masalah rasisme yang dialami di sekolah. Dagmara adalah gadis yang ramah, selalu tersenyum, suka berolah raga, dan sangat mudah disayangi. Kematiannya sangat disayangkan," cerita seorang guru. (mdk/pan)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP