Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Serangan Bom Bunuh Diri di Kashmir, 37 Tentara Tewas

Serangan Bom Bunuh Diri di Kashmir, 37 Tentara Tewas serangan bom bunuh diri di pulwama kashmir. ©NDTV

Merdeka.com - Serangan mobil bom bunuh diri di Distrik Pulwama, negara bagian Jammu dan Kashmir, India pada Kamis (14/2) kemarin menewaskan sekitar 37 tentara dan melukai puluhan lainnya. Menurut kesaksian dari seorang perwira polisi, mobil bermuatan bom tersebut meledak usai menabrak konvoi pasukan CRPF.

Jumlah korban tewas ini diperkirakan akan meningkat. Namun saat ini menurut data resmi pejabat paramiliter di Srinagar mengonfirmasi jumlah tentara yang tewas sebanyak 37 orang. Demikian dilansir dari laman The Hindu, Jumat (15/2).

Namun data berbeda disampaikan pejabat polisi setempat yang menolak disebut namanya. Dia mengatakan jumlah korban tewas mencapai 42 orang, setelah lima tentara yang kritis meninggal di Rumah Sakit Pangkalan 92 Angkatan Darat di Srinagar. Sementara dua tentara saat ini dilaporkan masih dalam keadaan kritis.

Pelaku bom bunuh diri diketahui berusia 20 tahun dan merupakan penduduk Pulwama. Dia mengendarai sebuah SUV bermuatan bom dan menabrak konvoi CRPF dekat Lethpora di jalan raya nasional Srinagar-Jammu sekitar pukul 15.00. Selain ledakan bom, juga terjadi insiden penembakan di lokasi. Konvoi yang diikuti lebih dari 70 kendaraan tersebut tengah menuju Srinagar ketika penyerangan terjadi.

Peringatan kemudian diumumkan di seluruh Jammu dan Kashmir setelah serangan terjadi. Serangan ini dinilai merupakan serangan terburuk di Kashmir sejak 1989.

Kelompok militan, Jaish-e-Mohammed (JeM) mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Kelompok ini merilis sebuah video pelaku bom bunuh diri yang bernama Adil Ahmad Dar alias ‘Komando Waqas’, penduduk Kakapora, Pulwama. Menurut polisi, Adil Ahmad menjadi anggota kelompok ini tahun lalu.

"Kami telah membuat kalian menderita selama pembajakan IC 814 (pada 1999), pembunuhan di kamp Nagrota (pada 2016). Dari serangan pangkalan udara Pathankot ke jalur polisi Pulwama ke serangan kamp BSF, kami lebih kuat dari sebelumnya. Jangan berpikir bahwa kami akan berkecil hati dengan kematian pasukan komando kami. Justru itu membuat kami lebih kuat," kata Adil Ahmad dalam video yang menyebar di media sosial itu.

Dia juga mengatakan ketia video ini ditonton, dia telah berada di surga. Menurut polisi, Adil Ahmad menjadi pelaku bom bunuh diri lokal kedua dari kelompok JeM yang melakukan serangan sejak 30 Desember 2017. Sebelumnya, Fardeen Khanday menjadi pelaku bom bunuh diri dalam sebuah serangan dan juga merilis sebuah video setelahnya.

Pemerintah India pun mengutuk serangan tersebut. Perdana Menteri Narendra Modi menyebutnya sebagai serangan keji dan pengecut. Sementara itu Menteri Dalam Negeri Rajnath Singh dijadwalkan mengunjungi Kashmir hari ini untuk melihat situasi terakhir.

Kementerian Luar Negeri India menuding Pakistan melindungi teroris di wilayahnya.

"Kami menuntut Pakistan berhenti menyokong para teroris dan operasi kelompok penyebar teror dari wilayahnya dan membongkar infrastruktur yang dioperasikan oleh kelompok teroris untuk melancarkan serangan di negara-negara lain," jelas kementerian itu dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir dari Aljazeera, Jumat (15/2).

Sementara itu Pakistan menyatakan turut prihatin atas serangan tersebut."Kami selalu mengutuk aksi kekerasan di manapun di dunia. Kami dengan tegas menolak setiap sindiran oleh unsur-unsur di media India dan pemerintah yang berusaha menghubungkan serangan itu ke Pakistan tanpa penyelidikan," kata Kementerian Luar Negeri Pakistan dalam pernyataannya.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP