Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Semua Restoran McDonald's di Peru Tutup karena Berkabung Dua Pegawai Tewas

Semua Restoran McDonald's di Peru Tutup karena Berkabung Dua Pegawai Tewas Ilustrasi McDonald. ©Shutterstock/Bikeworldtravel

Merdeka.com - Seluruh restoran cepat saji McDonald's di Peru ditutup selama dua hari menyusul dua pekerja mereka tewas kesetrum di sebuah restoran cabang di Ibu Kota Lima.

Alexandra Porras Inga, 19 tahun, dan Gabriel Campos Zapata, 18 tahun, dilaporkan tewas sewaktu masuk kerja tugas malam ketika sedang membersihkan dapur.

Harian the New York Times melaporkan keduanya meninggal karena kesetrum kabel listrik yang longgar Minggu lalu.

Dilansir dari laman BBC, Rabu (18/12), polisi mengatakan Porras Ingga terkena sengatan listrik dari mesin minuman dan Campos Zapata kesetrum ketika dia mencoba menolong rekannya.

Petugas medis menemukan kedua remaja itu dalam keadaan tewas di cabang McDonald's di Pueblo Libre, Lima. Kantor kejaksaan sudah menggelar penyelidikan atas kejadian ini.

Massa Berunjuk Rasa

rasa rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Dalam pernyataannya Senin lalu, perusahaan pemegang lisensi McDonald;s di Peru, Arcdos Dorados, mengatakan ikut merasakan kepedihan dan duka mendalam yang dialami keluarga korban dan mereka juga siap bekerja sama dengan aparat berwenang untuk menyelidiki apa yang terjadi.

Sejumlah massa keesokan harinya berunjuk rasa di Lima menuntut lebih ditingkatkannya keamanan di tempat kerja. Di media sosial banyak anak muda juga menceritakan kondisi tempat mereka bekerja dan hal ini menjadi gambaran betapa buruknya kondisi tempat para pekerja secara nasional.

McDonald's bisa dikenai hukuman denda sebesar USD 56.288 jika Badan Keselamatan Kerja, Sunafil, menemukan restoran cabang itu melakukan pelanggaran yang menyebabkan kematian.

"Jika hak kedua anak muda ini sudah dilanggar, maka kami akan melanjutkan dengan sanksi--meski uang tidaklah penting sebab nyawa itu tak ternilai harganya," kata Menteri Tenaga Kerja Peru Silvia Caceres.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP