Selandia Baru Beri Status Penduduk Tetap kepada Korban Penembakan Christchurch

Rabu, 24 April 2019 20:18 Reporter : Merdeka
Selandia Baru Beri Status Penduduk Tetap kepada Korban Penembakan Christchurch PM Selandia Baru Jacinda Ardern. ©2019 New Zealand Prime Minister's Office/Handout via REUTERS

Merdeka.com - Pemerintah Selandia Baru kemarin mengumumkan akan memberi status penduduk menetap kepada semua penyintas dalam penembakan massal di dua masjid di Kota Christchurch 15 Maret lalu. Sedikitnya 50 muslim tewas dalam aksi penembakan itu.

Menurut laporan VOA Indonesia yang dikutip Rabu (24/4), pemerintah Selandia Baru mengatakan sedang mempertimbangkan memberi visa kepada yang selamat meskipun untuk itu belum ada keputusan yang diumumkan.

Pernyataan pemerintah itu tercantum di tautan pada situs imigrasi. Imigrasi Selandia Baru mengatakan visa kategori baru disebut Christchurch Response (2019) telah dibuat. Orang yang berada di kedua masjid tatkala terjadi penembakan dapat melamar untuk memperoleh visa itu demikian pula anggota keluarga langsung.

Perdana Menteri Jacinda Ardern mengatakan serangan di Christchurch adalah tindakan terorisme. Pemerintah kemudian mengeluarkan aturan melarang senjata semi-otomatis.

Pada kesempatan lain Menteri Pertahanan Sri Lanka Ruwan Wijewardene dalam komentarnya di depan anggota parlemen mengatakan serangan bom bunuh diri ke gereja dan hotel saat Minggu Paskah kemarin adalah balasan atas serangan teror ke dua masjid di Kota Christchurh.

Namun pernyataan menteri pertahanan itu dibantah oleh kantor perdana menteri Selandia Baru yang mengatakan mereka mengetahui adanya komentar Wijiwardene itu tapi tidak ada informasi intelijen yang memberi keterangan soal kaitan dua peristiwa itu.

Sumber: Liputan6.com [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini