Sehari jelang pemilu, surel capres Prancis diretas seperti Clinton
Merdeka.com - Kandidat Presiden Prancis Emmanuel Macron mengungkapkan akun surat elektronik miliknya diserang secara besar-besaran dan terkoordinasi hanya sehari jelang pemilihan umum di negara itu.
Macron mengatakan sang peretas menerobos ke jaringan komputer agar bisa mengakses surel kampanyenya dan mempublikasikannya secara daring. Hingga kini, identitas peretas tersebut masih belum diketahui. Namun Macron enggan menunjuk pihak tertentu yang bertanggung jawab atas serangan ini.
"Intervensi yang dilakukan di jam-jam terakhir masa kampanye ini jelas bertujuan untuk merusak demokrasi seperti yang sebelumnya terlihat di Amerika Serikat selama masa kampanye pemilu terakhir," kata tim kampanye Macron, seperti dilansir dari koran Washington Post, Minggu (7/5).
Insiden peretasan surel ini memang serupa dengan yang dialami oleh mantan calon presiden AS Hillary Clinton. Sebelum pemungutan suara dilakukan, media ramai memberitakan surel Hillary yang dibocorkan oleh kelompok peretas. Hillary pun kalah dalam pemilu AS November lalu.
Kebocoran surel ini mendorong pemerintah untuk menangkap peretas yang mengacaukan demokrasi negara. Pasalnya, Undang-Undang Prancis juga menyatakan, siapapun yang dengan sengaja membocorkan isi surat elektronik para kandidat harus dituntut hukuman pidana.
Seperti diketahui, Macron merupakan kandidat presiden berhaluan tengah dan independen yang memegang suara tertinggi di berbagai survei, mengalahkan Marine Le Pen. Macron menjadi kandidat terkuat karena berhasil merebut simpati rakyat prancis dengan kebijakannya yang mau menerima imigran dengan tangan terbuka.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya