Sederet ucapan Donald Trump yang tunjukkan dirinya rasis

Minggu, 14 Januari 2018 06:02 Reporter : Ira Astiana
Sederet ucapan Donald Trump yang tunjukkan dirinya rasis gedung baru kedubes as di london. ©2018 AFP Photo/Daniel SORABJI

Merdeka.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump lagi-lagi membuat pernyataan yang mengejutkan. Dalam sebuah pertemuan semi-publik dengan anggota senator imigrasi, Trump menyebut negara-negara di Afrika, El Salvador, dan Haiti sebagai negara 'gembel'.

Pada kesempatan tersebut, Trump juga mempertanyakan mengapa warga dari negara-negara tersebut bisa diizinkan masuk ke AS.

Pernyataan itu sontak memicu kemarahan tidak hanya dari negara bersangkutan, tetapi juga dari perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) hingga Vatikan. Juru bicara PBB menyebutnya orang rasis, sementara Vatikan menyebut kata-kata Trump sangat kasar dan menyinggung.

"Tidak ada kata lain yang bisa digunakan untuk menggambarkan seorang Trump selain rasis. Anda tidak bisa menyebut sebuah negara atau benua 'gembel' hanya karena populasinya bukan orang kulit putih. Ini tidak bisa diterima," kata juru bicara hak asasi manusia PBB, Rupert Colville.

Bukan sekali saja Trump menyampaikan kalimat yang menunjukkan rasisme-nya. Dilansir dari laman Channel News Asia, Sabtu (13/1), berikut beberapa komentar dan kebijakan rasis Trump yang pernah dikatakannya:

Sebut Barack Obama orang Afrika, bukan AS

Trump pernah secara terang-terangan menyatakan keraguannya atas kewarganegaraan mantan presiden AS Barack Obama. Bahkan tanpa didukung bukti yang jelas, Trump menyebut Obama orang Afrika bukan orang AS.

Obama sendiri tampak tidak terusik dengan pernyataan tersebut. Sebab, salah satu syarat menjadi presiden AS adalah orang yang lahir di negara tersebut dan dia merasa tidak perlu mengklarifikasi karena dia adalah presiden AS saat itu.

Saat diungkit kembali mengenai pernyataannya pada masa kampanye di 2016 lalu, dengan enggan Trump mengakui bahwa Obama memang lahir di AS.

"Presiden Barack Obama lahir di Amerika Serikat. Titik," katanya, sebelum menolak menjawab pertanyaan lain dari wartawan.

Sebut warga Meksiko kebanyakan orang jahat

Saat mengumumkan pencalonannya sebagai presiden AS di Trump Tower pada Juni 2015 lalu, Trump membuat pernyataan yang sarat penghinaan tentang imigran Meksiko.

"Saat Meksiko mengirim warganya ke sini, mereka tidak mengirim orang-orang baik. Mereka justru mengirim orang-orang yang memiliki banyak masalah. Mereka adalah pecandu narkoba, pemerkosa, dan pelaku kejahatan lain, meski mungkin ada juga beberapa orang baik," ujarnya.

Kebencian Trump terhadap imigran Meksiko benar-benar diwujudkan saat dia terpilih menjadi presiden. Trump membangun sebuah tembok di sepanjang perbatasan AS-Meksiko agar tidak ada imigran yang masuk secara ilegal ke AS dan justru membebankan biaya pembangunan tembok itu kepada pemerintah Meksiko.

Membuat kebijakan anti-muslim

Setelah dilantik menjadi presiden, Trump langsung mengeluarkan kebijakan yang menunjukkan dirinya anti-muslim. Trump melarang penduduk dari negara mayoritas muslim masuk ke AS sebagai upaya yang diklaimnya untuk mencegah terorisme.

Adapun negara-negara yang terkena dampak kebijakan kontroversialnya itu antara lain adalah Chad, Iran, Libya, Suriah, Somalia dan Yaman.

Sangat condong kepada orang kulit Putih

Pada Agustus 2017 lalu, Trump pernah mendapat kecaman dari sejumlah pihak karena tidak mengutuk aksi demonstrasi supremasi kulit putih di Charlottesville, Virginia, AS. Padahal demonstrasi yang berujung bentrokan itu telah menyebabkan kematian seorang demonstran.

"Saya pikir kesalahan ada di kedua belah pihak. Kedua belah pihak pasti ada sisi baiknya. Tidak semua dari mereka adalah neo-Nazi. Tidak semua dari orang-orang itu adalah supremasi kulit putih," jelasnya. [rnd]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini