Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sebelas pangeran Arab Saudi ditangkap karena berdemo menentang dekrit

Sebelas pangeran Arab Saudi ditangkap karena berdemo menentang dekrit Kota Riyadh. ©wikimedia

Merdeka.com - Aparat keamanan Kerajaan Arab Saudi dikabarkan menangkap sebelas pangeran karena berunjuk rasa di istana. Mereka menuntut supaya Raja Salman tidak menerbitkan dekrit berisi aturan menghentikan subsidi tagihan air dan listrik bagi keluarga kerajaan.

Dilansir dari Reuters, Sabtu (6/1), sebelas pangeran itu dikabarkan berkumpul dan berdemonstrasi di Istana Qasr al-Hukm. Selain menuntut pembatalan dekrit, mereka meminta kompensasi karena salah satu kerabat dijatuhi hukuman mati.

"Mereka sudah diminta pergi tapi menolak. Akhirnya kerajaan memerintahkan pasukan menangkap mereka. Mereka dibawa ke Penjara al-Hayar dan menunggu proses pengadilan," kata sumber.

Sampai saat ini identitas sebelas pangeran Saudi ditangkap karena berunjuk rasa itu masih dirahasiakan. Namun, kabarnya salah satu pangeran berinisial SAS.

Pada 2017 lalu Komisi Pemberantasan Korupsi Arab Saudi dipimpin Putra Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman menangkap sejumlah anggota kerajaan, salah satunya Pangeran Alwalid bin Talal, beserta beberapa pengusaha, bankir, hingga pengacara karena diduga korup. Keluarga kerajaan itu ditahan di hotel bintang lima, Ritz, di Ibu Kota Riyadh. Beberapa sudah dibebaskan setelah setuju membayar ganti rugi.

(mdk/ary)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP