Saling Gertak Iran dan Israel di Suriah, Jelang Perang Besar?

Selasa, 22 Januari 2019 07:24 Reporter : Pandasurya Wijaya
Saling Gertak Iran dan Israel di Suriah, Jelang Perang Besar? Jet Israel. ©gerarddirect.com

Merdeka.com - Konflik Iran-Israel di Suriah kembali memanas dengan skala yang lebih tinggi. Itulah yang terjadi dalam insiden di perbatasan Israel-Suriah Minggu kemarin.

Serangan Israel ke Damaskus dibalas dengan rudal anti-serangan udara yang ditembakkan dari Suriah ke wilayah Israel tapi kemudian dicegat sistem pertahanan Kubah Besi. Selanjutnya angkatan udara Israel membombardir sejumlah target Iran di Suriah.

Dilansir dari laman the Times of Israel, Senin (21/1), sebelumnya Israel menuding Iran melepaskan roket ke kawasan Hermon, lokasi wisata ski, sehari sebelumnya.

Serangan jet tempur Israel ke Suriah kemarin malam dilaporkan menghancurkan fasilitas militer Iran dan menewaskan satu tentara Suriah.

Kepala Angkatan Udara Iran kemarin menanggapi serangan Negeri Bintang Daud itu dengan mengatakan mereka siap dengan perang yang akan menghapuskan Israel.

"Kami siap dengan perang besar yang akan menghapuskan Israel. Pasukan militer kami sudah siap menghadapi perang yang akan membuat Israel hancur," kata Brigadir Jenderal Aziz Nasirzadeh, seperti dikutip stasiun televisi Iran.

"Selama serangan itu, puluhan roket pertahanan udara Suriah juga ditembakkan meski Israel sudah memperingatkan untuk tidak menyerang. Sebagai balasannya, sejumlah pangkalan udara Suriah juga kami serang," kata pernyataan militer Israel.

Menurut Rusia, empat tentara Suriah tewas dalam serangan Israel tadi malam. Pemantau Hak Asasi Suriah mengatakan sedikitnya tujuh orang tewas dalam serangan udara Israel semalam. Korban tewas tampaknya warga Iran atau tentara pro-Iran.

Dikutip dari laman Haaretz, Senin (21/1), Israel selama ini selalu mengklaim serangan mereka ke target Iran di Suriah adalah untuk mencegah bercokolnya Negeri Mullah itu di Suriah dan memblokir penyelundupan senjata dari Iran ke kelompok Hizbullah di Libanon yang berbatasan dengan Suriah.

Panglima Brigade Al Quds di Garda Revolusi Iran, Jenderal Qassim Suleimani tampaknya sudah merencanakan taktiknya di Suriah sejak lama. Suleimani adalah sosok yang sudah memerangi Israel sejak beberapa dekade.

Kini rezim Basyar al-Assad hampir menguasai kembali seluruh wilayah Suriah dan Iran akan melanjutkan penyelundupan senjatanya kepada Hizbullah di Libanon seraya membangun pangkalan militer dan melanjutkan pembangunan sistem persenjataan di Suriah.

Israel berusaha mencegah hal itu. Meski serangan rudal Iran dari Suriah ke wilayah Israel tidak berdampak besar namun jelas insiden ini menunjukkan konflik masih jauh dari berakhir. [pan]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini