Rusia bantah beri dukungan untuk kandidat presiden Prancis
Merdeka.com - Terpilihnya Francois Fillon sebagai salah satu kandidat calon presiden Prancis malah membuat dunia menuding Rusia ada di balik kekuatan politik pria tersebut. Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Galuzin membantah tudingan itu.
Menurut Galuzin, tidak pernah ada pernyataan negaranya lebih mendukung Fillon sebagai kandidat bakal presiden Prancis.
"Kami tidak pernah sebut Rusia lebih suka Fillon," katanya saat ditemui di kediamannya di Kuningan, Jakarta, Rabu (30/11).
Menurut dia, keputusan Fillon maju dalam bursa capres lantaran pilihan dari politik Negeri Anggur tersebut.
"(Terpilihnya Fillon) itu terserah warga Prancis, kami tidak mencampuri urusan negara lain," seru mantan Duta Besar Rusia untuk Jepang itu.
Politisi pro-Rusia Francois Fillon dipastikan maju sebagai calon presiden Prancis dari Partai Republik. Rusia dituding berada di balik kemenangan Fillon di pemilihan pendahuluan di Prancis.
Hal ini diperkuat dengan adanya permintaan pencabutan sanksi yang diterapkan Uni Eropa (UE) terhadap Rusia. Sanksi diberikan kepada Rusia lantaran mereka dianggap ikut campur dalam konflik di Ukraina.
Desakan untuk mencabut sanksi terhadap Rusia semakin hari semakin kuat di UE. Di Prancis sendiri, desakan untuk pencabutan sanksi tersebut juga turut mengemuka. Salah satu tokoh yang lantang menyerukan pencabutan sanksi itu adalah calon Presiden Prancis dari Partai Republik, Francois Fillon.
"Masalah di Ukraina itu tidak ada sangkut pautnya dengan kami (Rusia). Masalah di sana adalah masalah internal, antara pemerintah dengan pemberontak di dalam negeri," tutup Galuzin. (mdk/pan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya