Ribuan Orang di Istanbul Demo Kecam China Terkait Penindasan Muslim Uighur
Merdeka.com - Lebih dari seribu orang berunjuk rasa di Istanbul, Turki pada Jumat (20/12) mengecam China atas perlakuannya terhadap warga Muslim di Xinjiang, khususnya etnis Uighur. Mereka menyerukan China menghentikan penindasan di Xinjiang, dimana lebih dari 1 juta Uighur dan etnis minoritas Muslim lainnya diyakini dipenjara di kamp yang diklaim China sebagai kamp pelatihan atau pendidikan ulang.
Dilansir dari South China Morning Post, Sabtu (21/12), para pengunjuk rasa berjalan dari Masjid Fatih di Istanbul ke alun-alun Beyazit. Unjuk rasa ini dimotori Yayasan Bantuan Kemanusiaan (IHH) Turki.
Para pengunjuk rasa membawa bendera "Turkistan Timur", istilah digunakan separatis Uighur untuk menyebut Xinjiang, yang berlatar warna biru dengan lambang bulan sabit putih.
Pengunjuk rasa juga membakar bendera China sementara yang lainnya membawa poster bertuliskan: "Tutup kamp konsentrasi."
Tak banyak pemimpin Muslim yang secara terbuka mengkritik China terkait masalah Uighur. Turki memiliki ikatan budaya dan bahasa dengan Uighur. Pemain Arsenal, Mesut Ozil, warga keturunan Jerman-Turki, mengkritik tindakan China dan bungkamnya komunitas Muslim pekan lalu terkait Uighur yang kemudian dibalas Beijing.
China Kecam Ozil
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPernyataan pemain klub sepak bola Inggris Arsenal Mesut Ozil tentang kondisi muslim Uighur di Xinjiang membuat geram pemerintah China. negara itu pun mengundang pesepak bola Jerman itu untuk berkunjung ke Xinjiang.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang menilai, Ozil tampaknya telah tertipu berita palsu. Ozil harusnya datang untuk melihat secara langsung kondisi Uighur di Xinjiang yang sebenarnya.
"Saya tidak tahu apakah Tuan Ozil pernah berkunjung ke Xinjiang secara langsung. Namun, dia tampaknya telah tertipu oleh berita palsu, dan penilaiannya dipengaruhi oleh kata-kata yang tidak benar," ujar Geng, seperti dilansir Xinhua, Selasa (17/12).
Menurutnya, Ozil tidak tahu pemerintah China melindungi kebebasan beragama bagi semua warga negaranya, termasuk etnis Uighur, sesuai dengan hukum. Dia juga tidak tahu bahwa langkah-langkah penanggulangan terorisme China di Xinjiang didukung penduduk setempat dari semua kelompok etnis, dan tidak ada insiden teroris yang terjadi di Xinjiang selama tiga tahun berturut-turut, katanya.
"Kami mengundang Tuan Ozil untuk datang ke Xinjiang, dan berjalan-jalan untuk melihat-lihat," kata Geng.
"Selama dia memiliki hati nurani, dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah, serta mempertahankan sikap objektif dan tidak memihak, dia akan melihat Xinjiang yang 'berbeda'," katanya.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya