Rektor UIN Sebut Indonesia Model Negara Toleran dan Damai Bagi Dunia

Sabtu, 16 November 2019 20:39 Reporter : Hari Ariyanti
Rektor UIN Sebut Indonesia Model Negara Toleran dan Damai Bagi Dunia Amany Lubis. ©Hari Ariyanti/2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Amany Lubis menyampaikan reputasi Indonesia di dunia berkaitan dengan toleransi, kebersamaan, dan perdamaian sangat baik. Indonesia sangat dihormati karena nilai-nilai tersebut. Nilai-nilai ini harus dijaga dan dirawat bersama.

"Di taraf internasional reputasi Indonesia tentang toleransi, kebersamaan, perdamaian sangat dihormati. Dan kita sebagai pakar atau ahli dalam bidang dialog antar umat beragama, kita selalu diminta pendapat Indonesia, pengalaman Indonesia tentang toleransi dan perdamaian karena kita masih didengar karena mereka (negara lain) masih menjadikan Indonesia model," jelasnya usai menjadi salah satu pembicara dalam acara peringatan Hari Toleransi Internasional yang diselenggarakan Kedutaan Besar Kesultanan Oman di Hotel Raffles, Jakarta Selatan, Sabtu (16/11).

Karena itu, lanjut Amany, nilai-nilai itu harus dirawat. Dia mengajak masyarakat Indonesia untuk menjunjung tinggi nilai-nilai tersebut.

"Harus lebih baik lagi kita rawat supaya ini tercermin pada kehidupan dunia," ujarnya.

Ketua MUI ini juga mengatakan pihaknya sangat senang bisa terlibat dalam kegiatan ini dan mengapresiasi Kedubes Oman yang telah menyelenggarakan acara ini di Jakarta. Menurutnya Indonesia dan Oman memiliki kesamaan visi dan misi dalam rangka menjaga perdamaian dunia.

"Dan tema sekarang ini tentang toleransi. Indonesia sedang giat dan sudah lama giat membicarakan toleransi, moderasi, tentu kita juga orang Indonesia harus bersuara tentang ini. Di samping itu toleransi di Indonesia saya kira dibandingkan negara lain tentu Indonesia ini kita bersyukur bahwa toleransi kita sudah mengakar dalam budaya, sudah mengakar dalam hati nurani kita," jelasnya.

Kendati ada sejumlah dinamika di tengah masyarakat yang kerap mencederai toleransi, namun menurut Amany, bukan berarti bangsa Indonesia menjadi tidak toleran dan menjadi masyarakat yang eksklusif. Menurutnya setiap konflik yang terjadi memiliki pemicu.

"Keadaan sekarang ini ada triggernya, ada latar belakang yang menjadikan adanya konflik, apakah konflik etnik atau agama itu ada latar belakangnya. Jadi kita tak boleh menggeneralisir bahwa di Indonesia tingkat toleransi melemah, tidak demikian. Kita lihat dulu apa sebabnya dari konflik-konflik yang ada," jelasnya.

Baca Selanjutnya: Kedepankan Dialog...

Halaman

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Oman
  3. Hari Perdamaian Dunia
  4. PBB
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini