Ahli Ungkap Bahasa Inggris Sebetulnya Tidak Ada, Asal Usulnya dari Bahasa Prancis, Begini Sejarahnya

Menurut ahli, banyak kosakata bahasa Inggris yang diambil dari bahasa Prancis.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Ahli Ungkap Bahasa Inggris Sebetulnya Tidak Ada, Asal Usulnya dari Bahasa Prancis, Begini Sejarahnya
Ahli Ungkap Bahasa Inggris Sebetulnya Tidak Ada, Asal Usulnya dari Bahasa Prancis, Begini Sejarahnya (Merdeka.com)

Menurut ahli, banyak kosakata bahasa Inggris yang diambil dari bahasa Prancis.

Para ahli bahasa menegaskan, bahasa Prancis telah memberikan kontribusi penting terhadap perkembangan bahasa Inggris. Mereka menyatakan, ribuan kata dalam bahasa Inggris berasal dari bahasa Prancis sekitar 1.000 tahun yang lalu.

Sumber: Daily Mail

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Bernard Cerquiglini, seorang profesor linguistik dari Lyon, secara kontroversial mengungkapkan bahwa bahasa Inggris sebenarnya 'tidak ada' dan hanya merupakan 'pengucapan bahasa Prancis yang buruk'.

Dalam pandangannya, banyak kata dalam bahasa Inggris telah dipinjam dari bahasa Prancis, namun banyak di antaranya telah kembali ke dalam bahasa Prancis dalam bentuk yang sudah tidak digunakan dalam bahasa Inggris, seperti 'stew', 'people', dan 'shopping'. Profesor Cerquiglini, yang juga penasihat Presiden Emmanuel Macron, telah mengecam penggunaan kata-kata bahasa Inggris dalam budaya Prancis sebagai sesuatu yang menyedihkan.

Dok. Istimewa
© British Comedy Guide

Perbandingan yang dia buat mengingatkan pada gambaran tokoh fiksi Petugas Crabtree dari sitkom tahun 80an 'Allo Allo'. Mengisahkan seorang Inggris yang mengira dirinya bisa berbicara bahasa Prancis dengan lancar hanya karena aksen yang meyakinkan.

Dalam bukunya yang berjudul 'La langue anglaise ­n'existe pas. C'est du français mal prononcé' atau 'The English Language Does Not Bxist. It's badly Pronounced French', Profesor Cerquiglini menekankan bahwa bahasa Prancis telah memberikan kontribusi kosakata penting dalam bahasa Inggris, terutama dalam bidang hukum, perdagangan, spiritualitas, seni, dan pemerintahan.

Dalam bukunya yang berjudul 'La langue anglaise ­n'existe pas. C'est du français mal prononcé' atau 'The English Language Does Not Bxist. It's badly Pronounced French', Profesor Cerquiglini menekankan bahwa bahasa Prancis telah memberikan kontribusi ko
© Bernard Cerquiglini
Dok. Istimewa
© Corbis

Cerquiglini menegaskan, prestise bahasa Inggris sebagai bahasa internasional saat ini sebagian besar berkat pengaruh bahasa Prancis.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Profesor Cerquiglini juga mengajukan argumen bahwa bahasa Prancis telah menjadi bahasa resmi dan umum di Inggris selama berabad-abad. Setelah Penaklukan Norman pada tahun 1066, bahasa Prancis menjadi bahasa utama di Inggris.

Banyak kata dalam bahasa Inggris berasal dari bahasa Prancis Norman, seperti 'accuse', 'bacon', 'enemy', 'surrender', 'people', 'chivalry', 'majesty', 'fashion', dan 'wicket'.


Meskipun banyak kata tersebut telah mengalami perubahan dalam ejaan dan pengucapan dari bahasa Prancis aslinya, pengaruhnya tetap signifikan. Contohnya, 'people' dalam bahasa Inggris sekarang juga digunakan di Prancis untuk menyebut selebriti. Begitu juga dengan kata 'butler' yang berasal dari 'bouteiller', dan 'jamur' yang berasal dari 'mousheron'.

Menurut Profesor Cerquiglini, hingga 40 persen dari seluruh kata dalam bahasa Inggris berasal dari bahasa Prancis, setara dengan sekitar 80.000 kata. Menurutnya, penggunaan kembali kata-kata ini, setidaknya dengan mengucapkannya dalam bahasa Prancis, akan lebih tepat.


Profesor Cerquiglini bukanlah satu-satunya ahli bahasa Prancis yang mengkritik masuknya istilah bahasa Inggris ke dalam bahasa Prancis.

Jean Maillet, seorang profesor bahasa Inggris di Universitas Paris, juga mengecam kecenderungan penggunaan anglicisme dalam bahasa Prancis, yang menurutnya mencapai hingga sepuluh persen dari kosakata. Menurutnya, hal ini disebabkan oleh kemalasan linguistik dan kemudahan penggunaan kata-kata bahasa Inggris dalam percakapan sehari-hari.

Rekomendasi