Hujan yang mengguyur Pulau Hormuz, Iran, pada pekan ini telah mengubah tampilan Pantai Merah yang terkenal menjadi pemandangan yang sangat mencolok. Tanah berwarna merah yang terbawa oleh air hujan mengalir ke laut, sehingga permukaan air pun berubah menjadi berbagai nuansa merah yang pekat.
Melansir Associated Press, pantai ini memang terkenal dengan pasir dan tebing berwarna merah menyala, yang dihasilkan dari tingginya kandungan oksida besi dalam tanah dan batuannya. Ketika hujan mulai turun pada hari Selasa (16/12/2025), aliran tanah merah terbentuk dan mengalir menuju garis pantai. Tanah ini kemudian mewarnai pantai serta perairan di sekitarnya, menciptakan kontras yang mencolok dengan warna biru perairan Teluk Persia.
Advertisement
Pembuatan Kosmetik
Fenomena yang unik ini secara rutin menarik perhatian wisatawan dan fotografer, serta menjadi sorotan di berbagai media sosial. Selain daya tarik visualnya, tanah merah tersebut — yang dikenal secara lokal sebagai gelak — diekspor dalam jumlah terbatas dan digunakan dalam pembuatan kosmetik, pigmen, dan beberapa produk tradisional.
Pulau Hormuz sendiri terletak di Selat Hormuz, di mana Teluk Persia bertemu dengan Teluk Oman, dan berjarak sekitar 1.080 kilometer di sebelah selatan ibu kota Iran, Teheran. Dengan iklim yang kering, pulau ini memiliki curah hujan yang relatif jarang, yang umumnya terjadi pada musim dingin dan awal musim semi.
December 17, 2025, saw heavy rains transform parts of Hormuz Island’s shoreline, known as Red Beach, into a vivid crimson tide, with the sea turning bright red due to rainwater washing iron-rich red soil into the ocean. pic.twitter.com/9B8B0LENOf
— Nature is Amazing ☘️ (@AMAZlNGNATURE) December 17, 2025