Salah Satu Misteri Tebesar di Dunia Akhirnya Terpecahkan Setelah 900 Tahun

Selama ini ilmuwan tak habis pikir tentang bagaimana patung-patung besar itu dipindahkan.

Magang
Oleh Magang - Reporter
Salah Satu Misteri Tebesar di Dunia Akhirnya Terpecahkan Setelah 900 Tahun
easter island (Alamy)

Salah satu teka-teki arkeologi terbesar dunia akhirnya menemukan titik terang. Selama berabad-abad, para ahli dibuat bingung oleh bagaimana patung raksasa moai di Pulau Paskah dapat berpindah dari lokasi ukirannya menuju berbagai penjuru pulau dengan medan yang curam dan berbatu.

Pulau terpencil di Samudera Pasifik itu menjadi rumah bagi hampir 1.000 moai, sebagian berukuran hingga 10 meter dan berbobot lebih dari 80 ton. Berabad-abad lamanya, cara pemindahan patung batu vulkanik itu hanya menjadi spekulasi.

Dikutip dari Media Metro, Jumat (28/11/25) penelitian terbaru dari arkeolog Carl Lipo dan Terry Hunt yang dimuat dalam The Journal of Archaeological Science, memberikan penjelasan baru. Mereka menduga para leluhur Rapa Nui menggunakan tali besar untuk menggoyangkan moai hingga “berjalan” mengikuti kontur tanah.

Teknik "mengayun"

easter island
easter island Pexels

Cara ini, menurut mereka, jauh lebih efisien dibanding teori lama yang menyebut patung diseret menggunakan kereta kayu.

Lipo menjelaskan, ketika teknik “mengayun” itu berhasil dilakukan, patung justru mudah digerakkan. Tim peneliti bahkan menguji metode tersebut menggunakan replika besar.

Dalam waktu 40 menit, 18 orang mampu memindahkan patung sejauh 100 meter. Hasil ini memperkuat dugaan bahwa masyarakat Rapa Nui purba memiliki kecerdasan teknik yang luar biasa.

Penelitian itu juga mengungkap bahwa moai kemungkinan dibuat bukan oleh satu kepala suku besar, tetapi oleh kelompok-kelompok klan yang memiliki kawasan kerja masing-masing.

Energi spiritual

Variasi kecil pada bentuk wajah dan tubuh patung dianggap sebagai ciri khas tiap keluarga pembuatnya.

Soal makna moai, hingga kini belum ada kesimpulan final. Teori terkuat menyebut patung itu merupakan representasi leluhur, yang dipercaya memberikan “mana” atau energi spiritual bagi keturunan mereka.

Meski kini banyak moai tampak seperti kepala raksasa, penelitian menunjukkan bahwa patung itu sesungguhnya memiliki tubuh penuh, namun sebagian besar terkubur seiring waktu.

Pulau Paskah sendiri pertama kali tercatat oleh bangsa Eropa setelah ditemukan oleh pelaut Belanda pada awal 1700-an, meski masyarakat Rapa Nui telah menghuni pulau tersebut sejak ratusan tahun sebelumnya.

Temuan terbaru ini tidak hanya membuka tabir sejarah, tetapi juga menegaskan kecanggihan pengetahuan nenek moyang Rapa Nui dalam menghadapi tantangan alam tanpa teknologi modern.

Reporter Magang: Ahmad Subayu

Rekomendasi