Sebuah video yang menjadi viral berasal dari Honduras telah menimbulkan kontroversi yang cukup besar di kalangan masyarakat Amerika Latin.
Dalam rekaman tersebut, Jorge Pompa, seorang pendeta evangelis dari Tegucigalpa, terlihat mendesak seorang jemaat untuk menyerahkan tanah miliknya kepada Gereja sebagai bentuk "ujian iman," dengan janji akan imbalan besar dari Tuhan.
Video yang banyak dibagikan di media sosial ini menunjukkan Pompa berdiri di depan jemaat dan menyatakan bahwa Tuhan telah memberikan pesan kepadanya pada malam sebelumnya.
Ia mengklaim bahwa ia diperintahkan untuk menyampaikan bahwa jemaat tersebut harus menyerahkan tanahnya jika ingin menerima berkat yang lebih banyak, seperti yang dikutip dari laman Oddity Central, Senin (29/9).
"Tuhan berkata kepadaku: 'Aku memberinya kehidupan, anak-anaknya, dan Aku bisa memberinya lebih banyak lagi jika ia memberikan tanah itu.' Jika dia menyimpannya, dia hanya akan punya 130 ribu dolar. Tapi jika dia memberikannya kepada-Ku, Aku akan memberinya 500 ribu dolar---jika dia cukup beriman untuk percaya," ungkap Pompa dalam video tersebut.
Pendeta ini bahkan menekankan lebih lanjut: "Apa yang kau inginkan, uang atau berkat Tuhan? Aku ingin surat tanahmu, aku ingin tanah itu sekarang. Bagaimana mungkin kau menjual sesuatu kepada Tuhan, jika Dia sudah memberimu segalanya?"
Reaksi Keras Publik
Video tersebut langsung mendapatkan reaksi negatif yang luas. Banyak pengguna media sosial menuduh Pompa telah mengeksploitasi jemaatnya demi kepentingan pribadi, bahkan ada yang berpendapat bahwa tindakan tersebut layak untuk diproses secara hukum.
"Ini adalah bentuk penyerangan dalam arti sebenarnya. Pihak berwenang harus turun tangan," tulis salah satu pengguna media sosial.
Komentar serupa juga muncul dari berbagai pihak yang menilai bahwa pendeta tersebut "memanfaatkan iman orang lain."
Meskipun demikian, terdapat juga segelintir orang yang membela Pompa dengan alasan bahwa ia hanya menjalankan kehendak Tuhan. Namun, para pakar berpendapat bahwa klaim semacam itu akan sulit untuk dibuktikan di pengadilan.
Advertisement
Teolog angkat suara
Teolog Juan Carlos Soto mengingatkan bahwa tindakan semacam itu dapat merusak kepercayaan umat kepada pemimpin rohani. Ia menegaskan,
"Pemimpin spiritual harus menjaga integritas dan kerendahan hati saat membimbing umatnya. Nama Tuhan tidak boleh dipakai untuk mengejar keuntungan materi."
Kontroversi ini kembali menyoroti isu lama mengenai penyalahgunaan kekuasaan oleh sebagian pemimpin agama, khususnya dalam hal finansial, yang sering kali membuat jemaat berada dalam posisi yang rentan.