Mengenal Sara Duterte, Wakil Presiden Filipina yang Dimakzulkan

DPR Filipina memutuskan untuk memakzulkan Sara Duterte setelah menghadapi berbagai tuduhan yang kontroversial.

Nurul Diva
Oleh Nurul Diva - Reporter
Mengenal Sara Duterte, Wakil Presiden Filipina yang Dimakzulkan
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte (kiri), dan putrinya Sara Duterte saat menghadiri pembukaan Konferensi Tahunan Forum Boao untuk Asia (BFA) 2018 di Boao, Provinsi Hainan, China selatan, 10 (© 2025 Liputan6.com)

Filipina kembali menghadapi ketegangan politik setelah Sara Duterte, yang menjabat sebagai Wakil Presiden, resmi dimakzulkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Filipina. Keputusan ini diambil ketika lebih dari 215 anggota dari total 318 anggota DPR memberikan dukungan terhadap mosi pemakzulan yang diajukan dalam sidang paripurna. Pemakzulan ini tidak hanya menjadi sebuah tantangan besar bagi karier politik Sara Duterte, tetapi juga mencerminkan adanya perpecahan yang semakin mendalam dalam pemerintahan Filipina.

Tuduhan yang ditujukan kepada Sara mencakup ancaman pembunuhan terhadap Presiden Ferdinand Marcos Jr., dugaan korupsi, penyalahgunaan dana, serta keterlibatannya dalam berbagai tindakan yang dianggap mengganggu stabilitas negara. Dengan latar belakang sebagai putri dari mantan Presiden Rodrigo Duterte, yang juga dikenal penuh kontroversi, Sara Duterte telah menjadi sosok yang menarik perhatian banyak orang sejak awal kariernya.

Saat ini, dengan proses pemakzulan yang berlanjut ke Senat Filipina, masa depan politiknya semakin tidak pasti. Menurut kabar yang beredar, Sara memiliki kepribadian yang berbeda ketika tidak berada di arena politik. Apakah hal ini benar? Berikut adalah informasi lebih lanjut yang dirangkum oleh Merdeka.com, pada Kamis (6/2).

Sara Duterte yang Dimakzulkan: Berawal dari Pernyataan Kontroversial

Baru-baru ini, DPR Filipina mengambil keputusan untuk memakzulkan Sara Duterte, yang melalui proses politik yang panjang dan rumit. Proses ini mencakup penyelidikan, persidangan, serta perdebatan yang intens di dalam parlemen. Pada tanggal 11 Desember 2024, DPR Filipina mengumumkan penerimaan dua tuntutan pemakzulan terhadap Sara Duterte. Tuduhan pertama berhubungan dengan ancaman pembunuhan terhadap Presiden Ferdinand Marcos Jr., Ibu Negara Liza Araneta Marcos, dan Ketua DPR Martin Romualdez. Tuduhan ini mencuat setelah pernyataan Sara dalam konferensi pers, di mana ia mengklaim telah menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh mereka jika dirinya terbunuh.

Di samping itu, penyelidikan yang dilakukan DPR juga menemukan dugaan penyalahgunaan dana sebesar 612,5 juta peso (setara Rp172,3 miliar) serta keterlibatan Sara dalam praktik suap dan korupsi selama masa jabatannya sebagai Menteri Pendidikan. Dugaan lainnya meliputi keterlibatan dalam pembunuhan di luar hukum saat ia menjabat sebagai Wali Kota Davao, serta kegagalannya dalam melaporkan asal-usul kekayaannya.

Dengan dukungan yang melebihi sepertiga anggota DPR, Ketua DPR Martin Romualdez akhirnya mengetuk palu untuk mengesahkan pemakzulan Sara Duterte. Selanjutnya, proses ini akan dilanjutkan ke Senat Filipina, yang akan menentukan apakah Duterte akan dicopot dari jabatannya dan dilarang untuk memegang posisi publik seumur hidup.

Ancaman Pembunuhan hingga Korupsi yang Memicu Reaksi Khalayak Filipina

Sejak dilantik sebagai Wakil Presiden Filipina pada tahun 2022, Sara Duterte terlibat dalam berbagai kontroversi yang menarik perhatian publik. Salah satu yang paling mencolok adalah perselisihannya dengan Presiden Ferdinand Marcos Jr., yang menyebabkan terjadinya perpecahan dalam koalisi pemerintahan.

Ketegangan ini semakin meningkat setelah Sara mengundurkan diri dari posisinya sebagai Menteri Pendidikan pada bulan Juni 2024. Salah satu isu utama yang muncul pada saat itu adalah penggunaan dana intelijen dalam jumlah yang sangat besar, yang diduga telah dibelanjakan dalam waktu singkat, yaitu hanya 11 hari, tanpa adanya laporan yang transparan.

Selain isu dugaan korupsi, Sara Duterte juga dikenal dengan sikapnya yang sering konfrontatif terhadap kebijakan yang diterapkan oleh Presiden Marcos Jr. Ia beberapa kali memilih untuk memboikot acara resmi pemerintah, bahkan pernah memimpin demonstrasi yang menuntut pengunduran diri Marcos. Tindakan-tindakan tersebut berkontribusi pada peningkatan ketegangan politik, sehingga membuat posisi Sara sebagai Wakil Presiden semakin dipertanyakan.

Di samping itu, tuduhan lain yang menambah daftar panjang kontroversinya adalah keterlibatannya dalam kasus pembunuhan di luar hukum ketika ia masih menjabat sebagai Wali Kota Davao. Tuduhan ini mengaitkan namanya dengan penyelidikan mengenai kebijakan keamanan yang diterapkan di kota tersebut, yang dianggap mirip dengan kebijakan "perang terhadap narkoba" yang diinisiasi oleh ayahnya, Rodrigo Duterte, saat menjabat sebagai Presiden Filipina.

Gaya Politik Sara Duterte: Keras, Konfrontatif, dan Penuh Strategi

Sara Duterte, seorang politisi yang berasal dari latar belakang keluarga berpengaruh, telah berhasil menciptakan citra sebagai pemimpin yang tegas, vokal, dan konfrontatif. Banyak pihak membandingkan sikap politiknya dengan ayahnya, Rodrigo Duterte, yang terkenal dengan kebijakan keras terhadap kejahatan dan penanganan oposisi politik tanpa kompromi. Selama masa jabatannya sebagai Wali Kota Davao, Sara menerapkan pendekatan yang lebih terstruktur dibandingkan dengan ayahnya. Ia meluncurkan program Peace911, yang merupakan inisiatif untuk menurunkan angka kriminalitas melalui pemberdayaan masyarakat serta kebijakan yang berbasis dialog.

Namun, saat beroperasi dalam konteks nasional, gaya politiknya lebih mengandalkan strategi konfrontatif. Sejak menjabat sebagai Wakil Presiden, Sara seringkali berselisih dengan Presiden Marcos Jr. dan berusaha membangun basis kekuatan politiknya sendiri. Meskipun gaya kepemimpinannya mendapatkan dukungan dari para pendukung setianya, hal ini juga mengakibatkan banyak musuh politik yang berujung pada pemakzulan yang kini ia hadapi. "Memang sebaiknya ada perkara pemakzulan seperti ini sehingga kami bisa menjawab secara layak apapun yang dituduhkan mereka, karena prosesnya sendiri pun secara jelas diatur dalam undang-undang," ungkap Sara beberapa waktu lalu, seperti yang dikutip dari ANTARA.

Profil Sara Duterte: Latar Belakang dan Perjalanan Politik

Sara Zimmerman Duterte, yang lahir pada 31 Mei 1978 di Davao City, Filipina, adalah anak dari mantan Presiden Rodrigo Duterte dan Elizabeth Zimmerman. Meski awalnya bercita-cita untuk menjadi dokter anak, impian tersebut tidak tercapai setelah ia mengalami kegagalan di tahun pertama pendidikan kedokterannya. Sara kemudian beralih ke jurusan Terapi Pernapasan, sebelum akhirnya memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di bidang hukum di San Beda College dan San Sebastian College-Recoletos yang terletak di Manila.

Setelah berhasil lulus ujian pengacara pada tahun 2005, ia memulai kariernya di Mahkamah Agung Filipina. Langkah politiknya dimulai pada tahun 2007, ketika ia terpilih sebagai Wakil Wali Kota Davao City. Pada tahun 2010, ia membuat sejarah dengan menjadi wali kota perempuan pertama di Davao City dan menjalankan jabatan tersebut selama dua periode. Pada tahun 2022, Sara terpilih sebagai Wakil Presiden Filipina, namun sejak saat itu, hubungan politiknya dengan Presiden Marcos Jr. semakin memburuk.

Kehidupan Pribadi Sara Duterte: Berlawanan dari Sifat Kerasnya

Profil Sara Duterte, Wakil Presiden Filipina yang Dimakzulkan
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte (kiri), dan putrinya Sara Duterte saat menghadiri pembukaan Konferensi Tahunan Forum Boao untuk Asia (BFA) 2018 di Boao, Provinsi Hainan, China selatan, 10 © 2025 Liputan6.com

Di luar arena politik, Sara Duterte dikenal sebagai pribadi yang cenderung menjaga privasi hidupnya. Ia menjalin pernikahan dengan Manases Reyes Carpio, seorang pengacara, dan dikaruniai tiga anak. Meskipun terlibat dalam dunia politik yang padat, Sara berupaya untuk menyeimbangkan tanggung jawabnya sebagai ibu dan pemimpin. Ia memiliki minat dalam fotografi, berkebun, dan memasak, yang sering dijadikan sebagai cara untuk meredakan stres akibat tekanan politik, sekaligus mengikis citra keras yang melekat padanya.

Selain itu, Sara juga pernah terlibat aktif dalam berbagai organisasi sosial dan kemanusiaan, termasuk Palang Merah Filipina, di mana ia menjabat sebagai salah satu gubernurnya. Keterlibatannya dalam kegiatan ini menunjukkan sisi lain dari kepribadiannya yang lebih humanis, jauh dari citra politik yang keras yang sering kali disematkan padanya. Dengan demikian, Sara Duterte tidak hanya dikenal sebagai seorang pemimpin, tetapi juga sebagai individu yang peduli terhadap masyarakat dan lingkungan sekitarnya.

People Also Ask

Mengapa Sara Duterte dihadapkan pada pemakzulan?

Sara Duterte menghadapi pemakzulan akibat tuduhan serius seperti ancaman pembunuhan, keterlibatan dalam praktik korupsi, serta partisipasinya dalam tindakan yang dianggap mengganggu stabilitas negara. Tuduhan-tuduhan ini menimbulkan kontroversi besar dan memicu perdebatan di kalangan publik dan politisi mengenai integritasnya sebagai pejabat publik.

Apa hubungan antara Sara Duterte dan Ferdinand Marcos Jr.?

Pada awalnya, Sara Duterte dan Ferdinand Marcos Jr. adalah sekutu dalam arena politik, namun seiring waktu, hubungan mereka mengalami penurunan kualitas. Hal ini disebabkan oleh perbedaan pandangan dalam kebijakan dan adanya konflik internal yang memperlebar jarak antara keduanya, sehingga menimbulkan ketegangan dalam koalisi politik mereka.

Apa konsekuensi dari pemakzulan Sara Duterte?

Jika pemakzulan ini disetujui oleh Senat, maka Sara Duterte akan kehilangan jabatannya dan akan dilarang untuk menduduki posisi publik selama sisa hidupnya. Konsekuensi ini tidak hanya berdampak pada karir politiknya, tetapi juga berpotensi mengubah dinamika politik di Filipina secara keseluruhan.

Siapa yang akan menggantikan Sara Duterte jika ia dipecat?

Penggantian Sara Duterte akan dilakukan melalui mekanisme yang diatur dalam konstitusi Filipina. Dalam hal ini, Presiden Marcos Jr. akan memiliki peran penting dalam proses penunjukan penggantinya, yang akan sangat mempengaruhi arah kebijakan pemerintahan di masa depan.

Rekomendasi