Ini Alasan Mengapa Pangeran Harry Ungkap Sudah Bunuh 25 Militan Taliban

Dalam buku terbarunya, Spare, Pangeran Harry mengaku membunuh 25 militan Taliban saat bertugas di Afghanistan. Namun Taliban mengklaim, 25 orang itu bukan pejuangnya, melainkan warga sipil.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Ini Alasan Mengapa Pangeran Harry Ungkap Sudah Bunuh 25 Militan Taliban
Pangeran Harry saat bertugas di Afghanistan. ©John Stillwell/Reuters

Dalam buku terbarunya, Spare, Pangeran Harry mengaku membunuh 25 militan Taliban saat bertugas di Afghanistan. Namun Taliban mengklaim, 25 orang itu bukan pejuangnya, melainkan warga sipil.

Pengakuan Harry itu tidak hanya mendapat kecaman dari Taliban tapi dari juga dari anggota militer Inggris.

Pangeran Inggris itu mengatakan dia membahas jumlah orang yang dibunuh dalam bukunya sebagai bagian "perjalanan penyembuhan dirinya (healing journey)". Harry mengatakan penting bagi para tentara untuk terbuka terkait "tugas-tugas yang menghantui kami", seperti dikutip dari laman Evening Standard, Rabu (11/1).

Harry bertugas di Afghanistan sebagai bagian dari pasukan angkatan udara Inggris pada 2007-2008 dan kemudian pada 2012-2013. Dia keluar dari militer pada 2015.

"Menurut saya Anda tidak akan pernah benar-benar merasa damai dengan elemen-elemen menyakitkan saat berada di medan perang," jelas Harry dalam wawancaranya dengan majalah People yang terbit Jumat lalu.

"Ini sesuatu yang dihadapi setiap tentara, dan dalam hampir dua dekade bekerja bersama perwira dan veteran, saya mendengarkan cerita mereka dan membagikan cerita saya. Dalam percakapan-percakapan ini, kami sering ngobrol soal bagian dari tugas kami yang menghantui kami - nyawa yang hilang, nyawa yang dicabut," jelasnya.

"Tapi juga bagian daru tugas-tugas kami yang menyembuhkan kami dan nyawa-nyawa yang telah kami selamatkan."

"Benar-benar tidak ada cara yang benar atau salah untuk mencoba dan mengarahkan perasaan ini, tetapi saya tahu dari perjalanan penyembuhan saya sendiri bahwa diam adalah obat yang paling tidak efektif,” tambahnya.

"Mengekspresikan dan merinci pengalaman saya adalah bagaimana saya memilih untuk menghadapinya, dengan harapan itu akan membantu orang lain," pungkasnya.

Buku memoar "Spare" terbit pada Selasa (10/1), tapi edisi bahasa Spanyol telah terbit beberapa hari sebelumnya.

Rekomendasi