Aktivis Hong Kong Joshua Wong Pimpin Demo Dukung Unjuk Rasa di Thailand

Massa berunjuk rasa besar-besaran dalam beberapa hari belakangan di Thailand menuntut pengunduran diri perdana menteri, konstitusi yang lebih demokratis, dan reformasi kerajaan.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Aktivis Hong Kong Joshua Wong Pimpin Demo Dukung Unjuk Rasa di Thailand
Joshua Wong. ©2015 Merdeka.com/www.nextstepnow.org

Aktivis Hong Kong Joshua Wong Chi-fung kemarin memimpin beberapa tokoh pro-demokrasi untuk melakukan protes, menyerukan dukungan global gerakan anti-pemerintah yang berkembang di Thailand.

Dikutip dari laman South China Morning Post, Selasa (20/10) massa berunjuk rasa besar-besaran dalam beberapa hari belakangan di Thailand menuntut pengunduran diri perdana menteri, konstitusi yang lebih demokratis, dan reformasi kerajaan.

Wong beserta rombongannya sekitar 10 orang berencana mengajukan petisi dengan cara naik ke lantai delapan Rumah Fairmont di Admiralty tempat konsulat Thailand berada, namun mereka dilarang masuk dan hanya bisa meneriakkan slogan-slogan dari luar gedung.

“Orang-orang Hong Kong berdiri bersama orang-orang Thailand sekarang, seperti bagaimana orang-orang Thailand berdiri dengan Hong Kong pada 2019, tindakan keras yang lebih besar akan menghasilkan perlawanan yang lebih besar,” ujar Wong dari luar gedung.

Poster yang mereka bawah bertuliskan kota tersebut merupakan salah satu dari tiga anggota #MilkTeaAlliance (grup pro-demokrasi daring) yang terdiri dari Thailand, Taiwan, Hong Kong.

Sebelumnya para pengunjuk rasa di Thailand pada hari Minggu menggelar protes hari kelima berturut-turut, dengan aksi yang berlangsung di Ibu Kota Bangkok serta beberapa provinsi termasuk kota Chiang Mai di utara yang telah menjadi magnet bagi wisatawan Hong Kong.

Polisi Thailand mengatakan, saat ini empat kantor berita sedang diselidiki di bawah undang-undang darurat yang diberlakukan minggu lalu oleh pemerintah Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha, termasuk larangan berita yang dikatakan mempengaruhi keamanan nasional.

Kementerian digital Thailand telah meminta perintah pengadilan untuk menghapus konten tersebut oleh empat media dan kelompok protes di Facebook.

Charles Santiago, ketua Parlemen ASEAN untuk Hak Asasi Manusia mengatakan dalam sebuah pernyataan, “Menargetkan dan menyensor media karena liputan mereka tentang protes pro-demokrasi baru-baru ini adalah ancaman monumental bagi kebebasan pers dan penyalahgunaan kekuasaan yang jelas oleh pihak berwenang”.

Seorang anggota parlemen Partai Demokrat Ted Hui Chi-fung, yang sering terlihat di garis depan protes Hong Kong mengatakan bahwa gambar protes Thailand telah mengingatkannya pada perjuangan warga Hong Kong.

“Kami sangat sedih melihat banyak pemuda Thailand yang terluka atau ditangkap secara sewenang-wenang, kami meminta pembebasan segera para tahanan dan pembangkang,” jelasnya.

Reporter Magang: Galya Nge

Rekomendasi