Aturan Debat Capres AS Kedua Diubah Setelah Debat Pertama Berlangsung Kacau

Komisi Debat Presiden (CPD) Amerika Serikat akan mengubah aturan debat capres berikutnya setelah debat pertama berlangsung kacau, di mana kandidat Demokrat Joe Biden menyebutnya sebagai "aib nasional".

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Aturan Debat Capres AS Kedua Diubah Setelah Debat Pertama Berlangsung Kacau
Donald Trump dan Joe Biden dalam Debat Capres AS. ©REUTERS

Aturan debat akan diubah untuk mencegah terulangnya kekacauan seperti debat capres pertama antara petahana Donald Trump dan pesaingnya dari Demokrat, Joe Biden. Hal ini disampaikan komisi debat presiden.

Debat penuh emosi antara kedua kandidat pada Selasa malam itu berujung kacau, dengan saling melontarkan hujatan pribadi dan seringnya saling sanggah - utamanya dari Trump.

Moderator debat, Chris Wallace, memiliki sedikit pilihan selain memohon kepada para kandidat ketika aturan yang disepakati tidak diikuti.

Salah satu opsi yang didiskusikan untuk debat berikutnya ialah mengizinkan moderator mematikan mikrofon jika kandidat melanggar aturan, seperti dilaporkan CBS News.

Komisi Debat Presiden (CPD) menyampaikan dalam sebuah pernyataan, debat pertama memperjelas bahwa struktur tambahan harus ditambahkan untuk format debat berikutnya untuk memastikan diskusi yang lebih tertib atas berbagai isu.

"CPD akan secara berhati-hati mempertimbangkan perubahan yang akan diadopsi dan akan segera mengumumkan aturan tersebut," jelasnya, dikutip dari Sky News, Jumat (2/10).

"Komisi berterima kasih kepada Chris Wallace atas profesionalisme dan keterampilan yang dia tampilkan pada debat tadi malam dan bermaksud untuk memastikan bahwa alat tambahan untuk menjaga ketertiban tersedia untuk debat yang selanjutnya."

CBS News melaporkan, 48 jam ke depan akan dihabiskan untuk menyusun pedoman dan aturan baru untuk debatan berikutnya, menurut sebuah sumber.

Sumber itu mengatakan, aturan tidak akan bisa dinegosiasikan.

Debat kedua akan berlangsung pada 15 Oktober di Miami dan debat terakhir pada 22 Oktober, sekitar dua pekan sebelum pemilihan presiden pada 3 November.

Tanggapan Tim Kampanye Capres

Donald Trump menulis di Twitter menanggapi rencana perubahan aturan debat. Dia meminta agar dicari moderator baru.

"Dan kandidat demokrat yang lebih pintar," ujarnya.

Timnya juga mengkritik rencana debat yang akan datang.

"Mereka melakukan ini hanya karena orang mereka terpukul tadi malam," ujar direktur komunikasi tim kampanye Trump, Tim Murtaugh.

"Presiden Trump adalah kekuatan dominan dan sekarang Joe Biden mencoba untuk bekerja sama dengan wasit. Mereka seharusnya tidak menggerakkan tiang gawang dan mengubah peraturan di tengah permainan."

Biden menyebut debat itu sebagai "aib nasional."

Wakil manajer kampanyenya, Kate Bedingfield, mengatakan mantan wakil presiden itu akan "fokus menjawab pertanyaan dari para pemilih di sana, di bawah aturan apa pun yang dikembangkan Komisi untuk mencoba menahan perilaku Donald Trump".

Rekomendasi