Gubernur Bank Sentral Malaysia mengundurkan diri usai Menkeu ungkit utang negara

Pengunduran diri Muhammad dilakukan setelah Menteri Keuangan Lim Guan Eng mengatakan bahwa dana dari penjualan tanah pemerintah ke bank sentral senilai RM 2 miliar atau Rp 6,9 triliun digunakan untuk membayar utang negara sebesar 1MDB.

Ira Astiana
Oleh Ira Astiana - Reporter
Gubernur Bank Sentral Malaysia mengundurkan diri usai Menkeu ungkit utang negara
Gubernur Bank Sentral Malaysia Muhammad Ibrahim. Getty Images

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan bahwa dirinya telah menerima pengunduran diri dari Gubernur Bank Sentral Malaysia Muhammad Ibrahim. Meski demikian, Mahathir menyatakan belum ada keputusan tentang pengganti posisi tersebut.

"Kami belum memutuskan penggantinya karena kami harus mendapat persetujuan dari Agong sebelum kami memberi pengumuman," kata Mahathir merujuk pada Raja Malaysia dalam konferensi pers, dikutip dari Channel News Asia, Rabu (6/6).

Mahathir menyatakan bahwa pemerintah akan menemui raja sesegera mungkin untuk membahas siapa penggantinya.

Sebagai informasi, Muhammad merupakan seorang lulusan Universitas Harvard yang diangkat menjadi Gubernur Bank Sentral malaysia pada Mei 2016 lalu, setelah gubernur sebelumnya, Zeti Akhtar Aziz pensiun dari jabatan.

Dia sudah bekerja di bank sejak 1984 silam. Karirnya terus menanjak hingga akhirnya ditunjuk menjadi wakil gubernur bank sentral pada 2010 sebelum menduduki posisi teratas.

Pengunduran diri Muhammad dilakukan setelah Menteri Keuangan Lim Guan Eng mengatakan bahwa dana dari penjualan tanah pemerintah ke bank sentral senilai RM 2 miliar atau Rp 6,9 triliun digunakan untuk membayar utang negara dalam skandal 1MDB.

Muhammad sempat membela diri dengan mengatakan bahwa pembelian sebidang tanah itu sudah memenuhi persyaratan transaksi pemerintah.

Menurut sumber tak disebutkan namanya, mantan wakil gubernur bank sentral Nor Shamsiah Mohd Yunus akan menjadi kandidat yang dipertimbangkan untuk menggantikan posisi Muhammad.

Rekomendasi