Kasus kematian Angeline, bocah perempuan delapan tahun, di Denpasar, Bali, beberapa waktu lalu menarik banyak perhatian masyarakat. Pasalnya, hidup Angeline begitu menderita sebelum akhirnya dibunuh. Dari penuturan guru sekolah dan teman-temannya, Angeline terlihat selalu murung dan pendiam, menandakan dia mengalami gangguan psikologis akibat penderitaan yang dialaminya di rumah.
Dari sekian banyak kasus penganiayaan terhadap anak, kasus Angeline kembali mengingatkan kita untuk mewaspadai jika ada kejadian serupa di sekitar kita. Cerita tentang orangtua yang menyiksa anaknya hingga kini masih banyak terjadi. Sudah sepatutnya kita melaporkan ke pihak berwenang jika mengetahui ada kasus semacam itu di sekitar kita.
Di berbagai negara, kasus penganiayaan terhadap anak oleh orangtua atau keluarga sendiri juga banyak terjadi. Berikut ini lima kisah bocah paling menderita akibat dianiaya orangtuanya.
Advertisement
Ayah di China paksa bocah 4 tahun berlayar sendirian
Setengah tahun lalu, pengguna internet di seluruh dunia terkejut saat melihat rekaman ayah asal China tega menyuruh anaknya lari telanjang di jalanan bersalju. Kini, pria itu berulah lagi dengan memaksa bocah empat tahun itu berlayar sendirian di laut.Dalam video terbaru, tampak bocah bernama Ho Yide itu sendirian mengendarai kapal layar kecil di pinggir dermaga pelabuhan Kota Nanjing, China. Sang ayah, pengusaha bernama He Liesheng, memberi arahan buat berbelok dari kapal motor di dekat si anak, seperti dilansir harian the Daily Mail, Senin (27/8).Banyak pihak geger dan mempersoalkan perlakuan kejam pria ini karena putranya belum sekolah. Namun, ketika video tindakannya pada Ho Yide mulai ditanggapi pengguna dunia maya, akun bernama eagle daddy mengaku sebagai ayah si bocah muncul. Pria itu beralasan latihan keras terpaksa diberikan buat menyehatkan putranya yang lahir prematur dan sering sakit.Tidak seperti video ketika memaksa Yide lari di salju, dalam rekaman terbaru, Liesheng menampakkan diri. Dia memberi penjelasan, latihan Yide mengendarai kapal lebih aman karena bocah itu dibekali perahu. "Saya hanya ingin menempatkan dia pada lokasi berangin kencang dan berombak agar bakat Yide muncul," kata dia.DouDou, panggilan si anak, mencuri simpati jutaan pemirsa Youtube gara-gara melihat dia harus berlari di jalanan Kota New York, Amerika Serikat, tanpa baju. Ketika dia menangis minta dipeluk, sang ayah malah marah dan menghukum dia untuk push-up. Pria itu berkeras mengklaim latihan keras bak tentara terbukti membuat kondisi putranya membaik.
Advertisement
Ingin istri pulang, pria ini siksa anaknya secara brutal
Polisi China kini sedang memburu seorang pria bernama Zhong Lo, 36 tahun, karena memukuli anaknya secara brutal selama enam bulan. Setelah menyiksa, dia mengunggah foto anaknya ke Internet.Zhong memajang foto anaknya dalam keadaan babak belur itu dengan maksud meminta istrinya, Cai Lifen, 20 tahun pulang setelah pergi sejak Januari lalu.Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Kamis (25/9/2014), dalam suatu pesan dia bahkan mengancam akan memukuli anaknya sampai mati jika istrinya tidak juga pulang."Saya akan pukuli dia sampai jam 6.00. Matahari mulai terbit. Haha, dia belum mati juga. Saya santai saja," kata dia.Menurut media sosial Weibo (Twitternya China) tempat dia memajang foto anaknya itu, penyiksaan terjadi sejak Februari lalu setelah istrinya kabur.Dalam sebuah pesan lain pada foto anaknya sedang berdarah dia mengatakan, "Istriku, cintaku, janganlah kita bercerai. Anak kita tidak bersalah."Foto itu kemudian diikuti dengan foto lain yang mengatakan putra mereka sudah tewas. "Saya sudah mematahkan lehernya dengan kaki."Seorang kerabat istrinya mengatakan Zhong memang punya catatan buruk penggunaan narkotika dan sering memukuli Cai. "Itulah sebabnya dia meninggalkannya."Biro Keamanan Publik di Departemen Anti Perdagangan Manusia China mengatakan anak itu kini sudah tinggal dalam keadaan selamat di rumah kakeknya dan dia sedang dirawat.
Advertisement
Kesal punya anak cewek, bapak India menguburnya hidup-hidup
Seorang bapak di India ditahan kepolisian sebab mengubur hidup-hidup anaknya usia 10 tahun. Ini lantaran bocah itu berjenis kelamin perempuan.Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Sabtu (17/1), peristiwa ini terjadi di Kota Tripura. Pelaku bernama Abdul Hussein beraksi hendak menguburkan anaknya dengan menggali lubang di halaman belakang rumah. Ini dilakukan dia saat tempat tinggalnya sepi dan istrinya pergi.Hussein menggeret, mengikat tangan, serta menyumpal mulut putrinya. Lalu tanpa ampun memasukkan bocah tersebut di lubang galian. Sang anak tertutup hingga dada. Kepala bocah itu ditutup keranjang bambu agar tak terlihat oleh orang lain dan istri Hussein.Sang istri pulang dan kebingungan mencari sang putri. Dia pun meminta bantuan warga dam berhasil menemukan bocah itu.Warga menghajar Hussein lalu menyerahkannya ke polisi. Lelaki itu didakwa atas percobaan pembunuhan dilakukannya. "Seharusnya dia dihukum dikubur hidup-hidup juga sebab perbuatannya," ujar warga kesal.
Advertisement
Bocah 7 tahun dipaksa tinggal di kandang babi
Seorang bocah laki-laki yang baru berusia 7 tahun ini harus hidup dengan cara yang tidak manusiawi. Selama setahun terakhir, dia dipaksa untuk tinggal di sebuah kandang babi milik keluarganya di Puyang, Provinsi Henan, China.Ketika ditemukan oleh para relawan dan wartawan setempat, tubuh bocah berjuluk Little Hongbo itu dipenuhi memar dan lecet. Dia bahkan tidak dapat berkomunikasi dengan baik seperti anak seusianya. Seperti dilaporkan Puyang Morning Post, Little Hongbo telah dipaksa tinggal di kandang babi, baik itu saat musim hujan atau dingin. Kandang babi itu terletak di tengah-tengah halaman keluarga dan berbau sangat busuk.Setelah diusut lebih dalam, ayah anak laki-laki itu bernama Liu Zhenxue, 46. Dia berprofesi sebagai peternak babi, sementara ibu Little Hongbo sendiri diketahui memiliki penyakit mental.
Advertisement
Setelah ibu meninggal, bocah 11 tahun ini dirantai keluarga sendiri
Bocah sebelas tahun bernama He Zili di Provinsi Zhejiang, China, harus menjalani hidup dengan dirantai seperti anjing oleh keluarganya lantaran dia punya penyakit mental.Saat usianya baru setahun Zili mengalami luka di kepalanya dan mulai mengidap gangguan mental. Menurut keluarganya, mereka tak punya pilihan lain selain memasung dia dengan rantai sebab dia suka menyerang orang di sekitarnya.Saat ini Zili dirawat oleh kakeknya, penyandang disabilitas, dan ayahnya yang juga disabilitas setelah ibunya meninggal karena kanker, seperti dilansir surat kabar the Independent, November 2013.Zili terkadang terlihat berjalan-jalan bersama ayahnya. Dia juga pernah diikat ke sebuah tembok di rumahnya. Nasib penderita gangguan mental di pedalaman China memang cukup mengenaskan. Data statistik dari Kementerian Kesehatan mengungkapkan pada 2009 ada sekitar 100 juta warga Negeri Tirai Bambu menderita gangguan mental, termasuk schizophrenia dan paranoid psychosis.