Tiga warga negara Israel ditangkap Dinas Rahasia Dalam Negeri (Shin Bet) kemarin di wilayah perbatasan. Mereka menyelundupkan material untuk pembangunan terowongan bawah tanah ke Palestina. Selain itu, tiga orang yang tidak dijelaskan identitasnya itu mengirim barang kebutuhan pokok bagi warga Jalur Gaza
Surat kabar Haaretz, Senin (2/3), menyatakan ketiganya terbukti membantu penyelundupan yang didanai Brigadi Izz al-Din al-Qazzam. Satuan militer ini adalah sayap Partai Hamas yang kini mengelola wilayah Jalur Gaza.
"Operasi penyelundupan ini sangat terencana dan diotaki oleh Hamas," kata seorang pejabat Shin Bet tak disebut namanya.
Ini kali kedua pengiriman barang untuk menolong warga Gaza berhasil digagalkan tentara Zionis. Bulan lalu, tiga orang ditangkap saat membawa bahan bangunan dalam perahu di pesisir Sinai.
Israel dan Mesir sejauh ini kompak mengisolir Jalur Gaza dari dunia luar. Presiden Mesir Abdul Fatah al-Sisi kembali menutup seluruh terowongan bawah tanah di pintu gerbang Rafah.
Adapun Hamas tidak gentar, kendati pasokan bahan pokok maupun senjata semakin sulit didapat ketika terowongan bawah tanah ditutup dari sisi Israel maupun Mesir.
Komandan sayap militer Hamas, Marwan Issa, menyatakan pihaknya siap mengupayakan tambahan senjata buat memerangi Israel. Alutsista itu mencakup roket maupun peluru.
"Kita akan terus membuat roket dan membangun jaringan dengan mitra di seluruh dunia," kata Issa di Gaza City kemarin.