Pihak berwenang China telah menolak untuk mengizinkan pemutaran film Hollywood Noah, yang diambil berdasarkan kisah Alkitab Nabi Nuh, di Negeri Tirai Bambu itu. Film yang dibintangi aktor Russell Crowe itu sebelumnya juga telah dilarang di negara-negara muslim.
Paramount Pictures, yang menjadi distributor film itu, berusaha untuk tetap mengamankan pemutaran film tersebut untuk pasar yang luas di daratan China dengan menekankan 'pesan lingkungan' dan efek khusus, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Jumat (9/5), mengutip laporan surat kabar the Los Angeles Times.
Tapi ini adalah yang sulit untuk melewati penjagaan gerbang sinematik di China dengan membawa film berdasarkan kisah Alkitab, lantaran kepekaan Beijing pada masalah keagamaan.
Seorang sumber akrab dengan masalah itu, yang menolak disebutkan identitasnya, mengatakan film tersebut tidak akan diputar di China. Namun, dia menolak untuk berkomentar lebih lanjut.
Film Hollywood Noah, yang menduduki peringkat teratas daftar film terlaris di kawasan Amerika Utara ketika film itu dirilis pada Maret, telah dilarang di Bahrain, Indonesia, Malaysia, Qatar dan Uni Emirat Arab.
Koran the Los Angeles Times mengutip salah satu sumber yang menyatakan film 'Noah' kemungkinan telah ditolak pemutarannya di China atas alasan komersial, karena beberapa film laris Hollywood lainnya akan diputar dalam beberapa pekan mendatang.
Film 'Godzilla' dijadwalkan akan diputar di bioskop-bioskop di China pada 13 Juni mendatang. Selain itu film 'The Amazing Spider-Man 2' telah meraup pendapatan Rp 115,4 miliar di hari pertama pemutarannya di bioskop selama akhir pekan lalu. Sementara film 'Captain America: The Winter Soldier' telah meraup pendapatan lebih dari Rp 1,3 triliun di China.
Film Hollywood Noah telah meraup pendapatan sebesar Rp 1,1 triliun dalam waktu enam pekan sejak dirilis di Amerika Serikat, menurut Exhibitor Relations. Film itu telah meraih pendapatan lain sebesar Rp 2,6 triliun dari luar negeri, seperti dikutip koran the Los Angeles Times.
Film Hollywood Noah juga telah membuat kemarahan di beberapa lembaga Kristen di Amerika lantaran Crowe dilaporkan tidak konvensional dengan penggambaran Nabi Nuh, yang dianggap sebagai tokoh penting dalam agama Kristen dan Islam.