Presiden baru Prancis digosipkan gay karena istri lebih tua
Merdeka.com - Presiden terpilih Prancis yang baru Emmanuel Macron menjawab tudingan dirinya sebagai pria gay karena memiliki istri jauh lebih tua.
Berbicara di koran Le Parisien, Macron mengatakan banyak spekulasi yang dialamatkan padanya mengenai seksualitasnya dan bagaimana dia menjalani 'hidup paralel'. Meski demikian, dia mengatakan jika istrinya lebih muda, tidak seorang pun akan menanyakan keabsahan hubungan mereka.
"Jika saya 20 tahun lebih tua dari istri saya, tidak seorang pun akan berpikiran saya tidak bisa menjadi (partner intim)," tuturnya, seperti dilansir dari Independent, Selasa (9/7).
"Itu karena dia (istri) lebih tua 20 tahun dari saya makanya banyak orang mengatakan 'hubungan ini tidak bisa terjadi'," sambung Macron.
Laporan mengenai hubungannya, menurutnya, disebabkan 'kesalahpahaman' orang-orang yang berpandangan tradisional tentang masyarakat.
Sejak ikut bursa pemilihan presiden Prancis, Macron sering diterpa gosip tidak sedap mengenai hubungan percintaannya. Bahkan, ada yang menganggapnya gay lantaran memiliki istri jauh lebih tua.
Dia mengklaim menyebarluasnya homofobia karena orang-orang menganggap homoseksual merupakan sebuah penyakit dan harus dijauhi.
"Ini merupakan masalah besar dengan presentasi sosial dan bagaimana mereka melihat 'tempat' untuk wanita," ujarnya.
Macron pertama kali bertemu dengan istrinya, Brigette Trogneux saat usianya masih 15 tahun. Kala itu, dia merupakan siswa drama sang istri.
Mereka semakin dekat ketika bekerja sama untuk menulis kembali sebuah drama. Kemudian, keduanya memutuskan menikah pada 2007, ketika usianya hampir 30 tahun dan Brigette 54.
Saat kampanye kepresidenan, sang istri selalu terlihat di sampingnya, sebagai figur pendukung.
Sebuah biografi baru mengenai politisi ini menyebutkan orangtuanya terkejut ketika dia ketahuan memiliki hubungan dengan guru sekolahnya yang telah menikah.
Beberapa hari lalu, Macron menang dalam pemilihan presiden mengalahkan Marine Le Pen dengan total suara 66,1 persen. Dengan terpilihnya Macron sebagai orang nomor satu di Prancis, maka gelar presiden termuda jatuh padanya.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya