Prajurit Korut membelot stabil usai dioperasi
Merdeka.com - Pembelot Korea Utara yang terluka parah usai dihujani peluru saat melintasi perbatasan Korea Selatan kini sudah berada dalam kondisi stabil usai menjalani operasi kedua.
Pembelot yang merupakan salah satu prajurit Korut itu diterbangkan ke rumah sakit dengan helikopter Senin lalu setelah ditemukan dalam keadaan kritis oleh pasukan Korsel. Dia mengalami luka parah karena ditembaki teman sejawatnya.
"Operasi yang kami lakukan Rabu lalu berhasil dalam artian kami berhasil menghentikan pendarahan. Kondisinya saat ini sudah stabil," kata Lee Cook-jong, dokter ahli bedah yang menangani prajurit tersebut, Rabu (15/11).
Lee berhasil mengangkat lima peluru yang bersarang di tubuhnya pada operasi pertama lalu satu peluru lain di operasi kedua.
Meski demikian, Lee menuturkan bahwa pasiennya tersebut masih belum sadarkan diri akibat komplikasi dari patah tulang pinggul yang dideritanya. Saat ini Lee tengah mengintensifkan perawatan agar prajurit tersebut terhindar dari infeksi.
Mengenai peluang tentara tersebut bisa bertahan hidup, Lee mengungkapkan bahwa pihaknya masih perlu beberapa waktu untuk memastikannya.
"Kami baru bisa memperbarui keadaannya dalam 10 hari ke depan," ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan bahwa prajurit yang identitas dan pangkatnya masih dirahasiakan ini melarikan diri dari wilayah perbatasan Panmunjom, pemisah Korea Selatan dan Korea Utara.
Dia awalnya mengemudikan kendaraan untuk menerobos garis perbatasan yang dikawal pasukan bersenjata lengkap Korea Utara. Tak pelak, aksinya tersebut mengundang serdadu Korut untuk memberondongnya dengan peluru.
Prajurit pembelot itu kemudian bersembunyi di bangunan Korea Selatan yang telah masuk dalam zona demiliterisasi.
Hingga berita diturunkan, pihak Korut masih belum mengonfirmasi tentang berita prajuritnya yang membelot. Tak ada aktivitas yang dilakukan di wilayah sekitar perbatasan sejak peristiwa itu terjadi.
(mdk/ary)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya